by

Demo Mahasiswa Mengguncang Indonesia

Demo mahasiswa yang telah berlangsung selama tiga hari terus berbenturan dengan pihak keamanan. Mereka menuntut revisi hukum pidana yang dianggap dapat membatasi kebebasan masyarakat sipil dan melumpuhkan Badan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pada hari Selasa lalu, para mahasiswa harus bentrok dengan pasukan pengaman hingga menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit. Demo mahasiswa yang terjadi pada hari berikutnya dilaporkan menimbulkan korban yang lebih kecil dari demonstrasi serupa pada hari Selasa. Pihak kepolisian mengungkapkan lebih dari 250 demonstran dan hampir 40 petugas polisi telah dikirim ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sebagian besar dari korban tersebut hanya mengalami luka ringan.

Namun, petugas kepolisisan harus menembakkan sejumlah gas air mata ke arah para demonstaran yang mulai melemparkan batu dan botol saat mereka berusaha mencapai gedung parlemen di Jakarta. Polisi juga mengamankan Sekitar 200 siswa STM pada hari Rabu karena tidak memiliki izin protes.

Di Padang, ibukota Sumatera Barat, ribuan mahasiswa menyerbu gedung parlemen setempat pada hari Rabu, dilaporkan merusak jendela dan furnitur. Bentrokan antara demonstran dan polisi juga terjadi di Makassar, Palu, Garut dan Bogor.

Dalam demo mahasiswa tersebut, para demonstran mengajukan beberapa tuntutan , yaitu:

1.            Restorasi upaya pemberantasan korupsi kolusi dan nepotisme

2.            Restorasi demokrasi kebebasan berpendapat dan pemenuhan HAM

3.            Restorasi reforma agraria perlindungan SDA &tenaga kerja

4.            Restorasi keatuan bangsa, hapuskan diskriminasi dan ketimpangan

Tuntutan ini dapat dimaklumi mengingat, khususnya untuk UU KPK yang telah disahkan minggu lalu. UU yang baru ini dianggap dapat melemahkan pemberantasan korupsi. Dewan pengawas pun akan memiliki kewenangan berlebih yang dapat mengganggu proses penyidikan KPK. UU tersebut juga beresiko membuat KPK menjadi lembaga non-independen, yang dapat diintervensi oleh pihak tertentu dengan mudah.

Sebagai contoh dari pasal karet yang tekah disahkan tersebut antara lain Pasal 604 RKUHP menyatakan hukuman penjara minimal 2 tahun & denda 10 juta untuk para pelaku korupsi. Sementara pasal  UU Tipikor menetapkan minimal penjara 4 tahun & denda 1 miliar untuk pelaku kejahatan korupsi.

Contoh lainnya terdapat pada RUU Pemasyarakatan. Pasal-pasal yang termaktub dapat menghapus PP Nomor 99 Tahun 2012, yang dikenal dapat memberatkan koruptor. Selain itu, napi korupsi bisa mendapatkan remisi lebih mudah.

RUU yang diracik pemerintah mencakup kriminalisasi seks pra-nikah, membatasi akses pada alat kontrasepsi dan aborsi, aturan yang mengatur masalah penghinaan terhadap presiden dan memperketat hukuman untuk penistaan ​​agama. Demo mahasiswa juga menentang disahkannya UU yang kemungkinan besar dapat melemahkan Badan KPK dalam memberantas korupsi.

Comment

News Feed