by

Dian Sastro Menolak Diam Walau Disebut Bodoh Menkumham

Nama Dian Sastro mencuat akhir-akhir ini. Penyebab utamanya adalah pernyataan yang diungkapkan Yasona Hamonangan Laoly, yang menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM, terhadap pemerana Ada Apa Dengan Cinta ini.

Ramainya pembicaraan warganet mengenai RKUHP yang sedang digogok pemerintah membuat Dian Sastro ikut membuka suara. Salah satu poin yang dosorot oleh wanita lulusan UI ini adalah mengenai pasal yang mengatur tentang sanksi yang akan diterima korban perkosaan yang menggugurkan kandungannya. Pelakuna akan mendapatkan hukuman selama empat tahun.

Yasona membalas kritikan Dian Sastro dengan ungkapan “Bodoh”. Ia meminta Dian untuk membaca RKUHP dengan teliti. Menurutnya Dian mengkritik tanpa membaca keseluruhan pasal dalam RUU KUHP. Setelah mendapatkan komentar dari Menjumham tersebut, istri pengusaha Maulana Indraguna Sutowo ini membalasnya melalui akun Instagramnya @therealdisastr, dengan mengajak semua masyarakat untuk membaca ulang RUU KUHP yang sedang menjadi topik hangat saat ini.

Mantan model Gadis Sampul 1996 ini juga mengungkapkan bahwa ia lebih baik merasa bodoh dan terus belajar daripada bertindak seperti orang yang tahu segalanya. Menanggapi komentarnya pada Dian Sastro yang tersebar luas, Yasona mengatakan bahwa sebagai orang Medan, cara bicaranya memang blak-blakan.

Mengenai RUU KUHP ini, Yasona menjelaskan bahwa pihaknya bersikap aktif untuk mensosialisasikan  pasal-pasal yang masih belum dimengerti masyarakat, khususnya pasal-pasal yang masih kntroversi saat ini. Bahkan Yasona mengajak mereka yang menolak revisi pasal-pasal baru ini untuk duduk dan mendiskusikannya bersama-sama.

Pria kelahiran 27 Mei 1953 ini mengungkapkan bahwa RUU KUHP merupakan upaya untuk merubaha KUHP lama yang sudah berusia 150 tahun dan tidak relevan dengan kondisi saat ini. Ia juga berkata bahwa merancang RKUHP yang dapat diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia itu mustahil dilakukan. Hal ini karena setiap daerah di Indonesia memiliki kultur, budaya, dan persepsi yang berbeda.

Yasona juga menuturkan penolakannya jika ada pihak yang meminta RKUHP ini dirombak kembali. Alasannya adalah RKUHP ini telah menjalani proses pengodokan selama puluhan tahun agar siap menggantikan KUHP lama yang merupakan warisan Belanda. Baca artikel menarik lainnya

Comment

News Feed