by

Mahasiswa Demo, DPR Sibuk Rapat Pengesahan RUU

Ribuan mahasiswa demo untuk memprotes rancangan undang-undang pidana yang sedang dalam proses pengesahan DPR.“bencana” yang akan mencakup pelarangan seks di luar nikah dan undang-undang baru yang kontroversial yang dapat melemahkan badan anti-korupsi, KPK. Jika disahkan, undang-undang baru akan mengantarkan perubahan besar yang digambarkan oleh para aktivis sebagai bencana bagi hak asasi manusia dan kebebasan demokrasi.

Pada hari Selasa, hari kedua protes berturut-turut, ribuan siswa berkumpul di luar gedung parlemen di Jakarta, menyerukan pemerintah untuk menunda rencananya untuk meratifikasi rancangan kode. Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan para demonstran.

Di antara serangkaian pasal kontroversial yang menjadi sorotan adalah larangan perzinahan, pasangan yang belum menikah tinggal bersama, serta membuat penghinaan presiden sebagai pelanggaran pidana yang bisa dijatuhi hukuman penjara.

Para pengunjuk rasa juga menuntut pemerintah mencabut undang-undang yang disahkan minggu lalu yang secara luas diyakini akan membatasi kekuatan investigasi lembaga anti-korupsi Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi, yang dikenal sebagai KPK.

“Kami menolak RUU tentang KPK dipaksa menjadi undang-undang,” ungkap salah seorang demonstran yang sedang berorasi di depan gedung parlemen. “Koruptor mencoba memanipulasi kita dengan cara ini, orang miskinlah yang paling menderita.” Para mahasiswa menuduh pemerintah berusaha mengembalikan negara itu ke era “orde baru”, ketika Indonesia selama beberapa dekade dikuasai oleh tangan besi mantan presiden Soeharto .

Menjelang sore, pengunjuk rasa memblokir jalan tol di samping gedung parlemen dan merobohkan sebagian pagar. Ketika beberapa demonstran berusaha masuk, polisi menembakkan gas air mata dan meriam air. Setelah didorong mundur dari gedung, beberapa pemrotes membakar ban dan merusak sebuah pos polisi di dekat jembatan. Setidaknya tiga orang dilaporkan telah ditangkap. Menjelang malam, setidaknya 100 pengunjuk rasa tetap bernyanyi dan mengibarkan bendera Indonesia, sementara beberapa demonstran berhasil merobohkan gerbang parlemen. Protes serupa terjadi di berbagai kota di Jawa dan pulau Sumatra dan Sulawesi, di mana polisi juga menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Setidaknya 40 mahasiswa demo yang cedera di Sulawesi Selatan dibawa ke rumah sakit terdekat. Sedangkan 28 pengunjuk rasa lainnya di Palembang, Sumatera Selatan juga telah dirawat di rumah sakit setempat.

Comment

News Feed