by

RUU Permusikan Tidak Jadi Disahkan, Kenapa?

Setelah beberapa pihak merasa terganggu dengan RKUHP yang telah disahkan, kini giliran para musisi yang harus berhadapan dengan RUU Permusikan. Bukannya senang, justru munculnya aturan baru menimbulkan lebih banyak penolakan dari para penggiat musik Indonesia.

Anang Hermansyah, musisi yang juga menjabat sebagai anggota  X DPR RI menemui ratusan penggiat musik yang menolak RUU Permusikan. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, DR. Inosentius Samsul, yang turut serta dalam perumusan RUU tersebut.

Dari 54 pasal yang terangkum dalam RUU Permusikan ini, setidaknya ada 19 pasal yang berpotensi menjadi pasal karet. Seperti Pasal 5 yang memberikan larangan bagi pemusik untuk menciptakan karya yang berpotensi mendorong publik untuk melakukan kekerasan dan tindakan yang melanggar hukum, membuat konten yang bernuansa pornografi, melakukan provokasi yang memicu konflik antarkelompok, menistakan agama, membawa pengaruh negatif dari budaya asing, dan merendahkan harkat serta martabat manusia.

Sanksi untuk pelanggaran pasal 5 ini diatur dalam pasal 50. Namun keterangan mengenai lama hukuman atau besaran denda yang dijatuhkan belum tercantum. Jika pasal ini mulai berlaku, besar kemungkinan pasal ini akan menjadi senjata untuk menjatuhkan musisi yang kreatifitasnya tidak disukai oleh pihak tertentu. Itu yang diungkapkan vokalis Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud.

Pasal lainnya yang menjadi sostan adalah pasal 32 yang mengatur mengenai uji kompetensi dari seorang musisi. Hal ini tentunya dapat membatasi ruang gerak para penggiat musik untuk berkarir karena belum tentu semua musisi dapat lulus dari uji kompetensi tersebut.

Anang Hermansyah, sebagai perwakilan pihak pemerintah, mengungkapkan bahwa RUU Permusikan ini dirancang berdasarkan 1 poin rencana aksi yang dihasilkan dari konferensi musik di Ambon pada 2018. Namun kenyataannya, 262 musisi Indonesia, yang tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan.

Presiden Jokowi sendiri menunda pengesahan dari empat RUU, yang salah satunya adalah RUU Permusikan. Beliau meminta agar keempat RUU tersebut dilanjutkan setelah pelantikan masa jabatan anggota legislatif yang baru, pada Sela mendatang.

Comment

News Feed