by

Menara Saidah Jakarta: Gedung Angker Yang Sering Jahil

Menara Saidah Jakarta: Gedung Angker Yang Sering Jahil – Gedung yang terletak di Jalan Gatot Subroto ini bernama Menara Saidah Jakarta. Setelah berdiri sejak peresmian pertamanya di tahun 2001, gedung ini tidak pernah lagi terisi. Bahkan berbagai cerita mengenai gedung ini banyak beredar di masyarakat sekitar

Pada awalnya, gedung ini bernama Gedung Grancindo dan sudah berdiri lama sebelum namanya berubah. Setelah mendapatkan perombakan besar-besaran, gedung ini berganti nama menjadi Menara Saidah, Jakarta.

Gedung yang sempat digunakan Inneke Koesherawati untuk acara buka bersama ini telah resmi ditutup. Tidak ada tindakan apapun yang diambil, baik oleh pemilik gedung maupun pemerintah daerah. Padahal kondisi gedung yang miring dapat menimbulkan korban jiwa jika suatu saat pondasinya tidak mampu lagi menahan beban bangunan.

Dinas Pengawasa dan Penertiban Bangunan kota Jakarta dianggap turut andil dalam membiarkan kondisi bangunan yang terus memburuk. Padahal Yayat Supriyatna dan Nirwono Joga, selaku pengamat perkotaan mengungkapkan bahwa Dinas P2B harus mengambil tindakan perihal Menara Saidah Jakarta ini.

Putu Indiana, Kepala Dinas PB menyanggah pernyataan bahwa Menara Saidah Jakarta kondisinya mulai miring. Pihaknya mengungkapkan bahwa bangunan tersebut telah diperiksa menggunakan alat teodolit pada 2013, dan hasilnya bahwa bangunan tersebut tidak miring. Menurut Putu, kondisi gedung yang terbengkalai disebabkan oleh buruknya manajemen gedung dan juga karena masalah yang dihadapi pemilik gedung.

Namun dibalik kondisinya yang tak terawat selama 10 tahun, Menara Saidah mulai viral karena kejadian yang sering terjadi baru-baru ini. Salah satu warga Jakarta yang tinggal di belakang gedung tak berpenghuni ini, Bambang, mengungkapkan bahwa dirinya kerap mendapatkan driver ojol yang mengaku menerima pesanan dari penghuni gedung kosong tersebut.

Bambang menjelaskan bahwa driver ojol tersebut mengaku mendapatkan pesanan dari lobby Menara Saidah. Sang driver ojol menjelaskan ia telah menelepon pemesan, namun tidak ada yang mengangkat panggilan teleponnya. Akhirnya Bambang meminta driver ojol tersebut untuk pulang. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23:00 WIB.

Warga lainnya yang juga tinggal di belakang gedung, Rosyati menceritakan bahwa bangunan tersebut asalnya perumahan warga. Bahkan di sekitar perumahan warga tersebut ada pemakaman. Saat akan dibangun Gedung Gracindo, pemakaman tersebut dipindahkan. Namun setelah bangunan berdiri, tidak ada kejanggalan yang terjadi. Hingga saat ini, area Menara Saidah masih digunakan warga sekitar untuk acara pemotongan hewan kurban saat Idul Adha.

Baca juga kisah dan informasi menarik lainnya

Comment

News Feed