by

Ulasan Film Joker Yang Baru Tayang Kemarin

Film Joker baru saja tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada  2 Oktober lalu. Banyak memberikan ulasan film Joker dari sisi positifnya. Namun tidak sedikit pula yang mencibir karya sutradara Tod Philips ini.

Film ini adalah film thriller psikologis dengan karakter yang memiliki sisi gelap. Karakter Joker ini mengingatkan kita pada film-film seperti “Taxi Driver,” “Network” dan “The King of Comedy” yang mencerminkan perbedaan yang terjadi dalam masyarakat modern.

Film ini mengikuti jalan cerita aslinya dari seorang Arthur Fleck, yang diperankan Phoenix, yang akhirnya berubah menjadi sosok Joker. Fleck adalah pria yang sering ditindas, bahkan saat ia bekerja sebagai seorang badut. Keinginannya untuk menjadi seorang komikus ternyata tidak berjalan mulus karena setiap orang yang ditemuinya menganggapnya tidak lucu.

Sambil merawat ibunya, Penny, yang mengalami gangguan jiwa, Fleck harus berjuang mendapatkan obat-obatan yang diperlukan ibunya. Fleck juga mengidap gangguan dimana dia tiba-tiba tertawa, seringkali dalam situasi yang tak tepat.

James Berardinelli dari Reelviews memberikan ulasan film Joker ini adalah perjalanan mendalami hati dari seseorang pria yang jiwanya terluka. Dari berbagai sudut pandang, Berardinelli menganggap bahwa film ini lebih menwarkan jalan cerita horor daripada aksi.

Stephanie Zacharek dari majalah TIME berkata bahwa akting Phoenix sangat bagus hingga penonton bisa merasakan keputusasaan yang dialaminya. Michael Phillips dari Chicago Tribun, yang memberikan review film negatif, mengungkapkan bahwa Joaquin Phoenix menciptakan dunia yang penuh rasa sakit. Karenanya ia hanya memberikan rating 1.5 untuk film ini.

Jika kamu berharap bahwa film ini akan menyajikan cerita asal muasal tokoh penjahat dari karakter DC, sepertinya kamu akan merasa kecewa. Kenapa? Karena banyak kritikus menganggap bahwa film ini justru lebih menampilkan cerita yang gelap. Tidak aneh jika Joker mendapatkan rating R sebagai film yang menampilkan adegan kekerasan, perilaku mengganggu, bahasa, dan adegan yang tidak pantas.

Tapi film adalah sebuah karya seni. Walau beberapa pihak mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap film ini, kamu belum tentu berpikiran yang sama. Pastinya kamu harus menonton filmnya langsung. Jangan lupa untuk meninggalkan kesan kamu setelah menonton film Joker ini di kolom komentar.

Comment

News Feed