by

Ranitidin:Obat Lambung Penyebab Kanker

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan perintah untuk menarik ranitidin yang sudah beredar karena terindikasi mengandung zat yang dapat memicu kanker. Fungsi ranitidin sebagai obat lambung ini memiliki kandungan karsinogenik, yaitu Nitrosodimethylamine (NDMA).

Produk yang dicurigai mengandung NDMA ini antara lain:

  • Ranitidin cair 5 mg/mL dari PT Indoran
  • Cairan injeksi Zantac 25 mg/mL dari PT Glaxo Wellcome Indonesia
  • RInadin Syrup 75 mg/5mL produksi PT Global Multi Pharmalab
  • Ranitidine cairan injeksi 25 mg/ML dari PT Indofarma.
  • Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL dari PT Phapros Tbk

Apa itu ranitidin?

Ranitidine termasuk dalam kelompok obat yang disebut histamin-2 blocker. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung Anda. Ranitidin digunakan untuk mengobati dan mencegah benjolan di perut dan usus.

Obat ini juga mengobati kondisi di mana perut menghasilkan terlalu banyak asam, seperti sindrom Zollinger-Ellison. Selain itu, Ranitidin juga mengobati penyakit refluks gastroesofageal (GERD) dan kondisi lain di mana asam naik dari lambung ke kerongkongan, sehingga menyebabkan mulas.

Tindakan penarikan Ranitidin oleh pihak BPOM dilakukan setelah FDA melakukan hal serupa. Hingga kini, FDA masih melakukan pemeriksaan mengenai kadar NDMA yang terkandung dalam obat ini. Selain Amerika, EMA (Eropa), SUngapura, Australia, dan India melakukan hal yang serupa.

Regulator obat Singapura melarang pasokan obat di negara itu awal bulan ini. Dalam  pemberitahuannya  disebutkan bahwa delapan merek obat telah ditemukan mengandung sejumlah kecil NDMA, yang kadarnya berada di atas tingkat yang dapat diterima secara internasional. Sebagai tindakan pencegahan, Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura menghentikan penjualan dan pasokan obat-obatan ranitidine yang beredar di klinik, rumah sakit dan apotek.

Sementara itu, di India, Organisasi Kontrol Standar Narkoba (CDSCO) Pusat juga telah meminta pengontrol obat negara untuk memastikan bahwa obat tersebut aman. Sebuah surat telah diterbitkan oleh pengontrol obat umum India kepada semua otoritas negara untuk memeriksa kandungan pada obat ini. Mereka telah diminta untuk memastikan keamanan semua pasien yang mengonsumsi obat ini.

Comment

News Feed