Nadiem Makarim Dipanggil Ke Istana, Bagaimana Nasib Gojek?

Nadiem Makarim kabinet jokowi
Nadiem Makarim kabinet jokowi

Pagi ini, Nadiem Makarim, sang bos Gojek, dipanggil ke istana untuk menghadap presiden. Bos Gojek ini memang telah mendapatkan tawaran dari Presiden Jokowi untuk menempati posisi Menteri untuk periode 2019-2024. Nadiem mengaku bahwa dirinya telah menerima tawaran tersebut. Namun bagaimana dengan nasib Gojek?

Sebelum memenuhi panggilan Presiden Jokowi ke Istana Negara, Nadiem Makarim mengaku bahwa ia telah melepaskan posisinya sebagai pimpinana tertinggi dari Gojek. Walaupun melepaskan posisinya sebagai CEO layanan Gojek online, Nadiem masih memiliki bagian kepemilikan atas perusahaannya tersebut.

Artikel menarik lainnya:

Menurut informasi dari Data Ditjen Administrasi Hukum Umum per Oktober 2018, Nadiem Makarim memiliki 58,416 lembar saham Gojek untuk seri D, E, dan juga seri I. Jumlah saham yang dimilikinya ini setara dengan 4.81% dari total saham yang dilepaskan Gojek ke Publik. Jumlah saham yang dimiliki Nadiem lebih besar daripada enam pemegang saham lainnya, yang masih menjadi koleganya juga.

Walau Bos Gojek ini mundur dari kedudukannya sekarang, pihak manajemen Gojek Indonesa tidak tinggal diam. Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan Nila Marita, Chief Corporate Affairs Gojek, perusahaan ojek online ini telah memilih pemimpin perusahaan yang baru untuk menggantikan Nadiem Makarim.

Pemimpin perusahaan yang baru ini akan dipegang oleh Andre Soelistyo. Andre tidak akan bekerja sendiri. Sang co-Founder, Kevin Aluwi juga akan membantu untuk menjalankan perusahaan Gojek kedepannya.

Presiden Jokowi sendiri dikabarkan baru memanggil enam orang ke Istana Negara hari ini. Orang yang dipanggil selain Nadiem antara lain Wishnutama, Mahfud Md, Erick Thohir, Christiany Eugenia Tetty paruntu, dan Tito karnavian.

Pelantikan Menteri Periode 2019-204 ini rencananya akan diadakan pada hari Rabu ini pukul 07:00 WIB. Namun dari keenam orang yang dipanggil ini, mereka belum mengetahui posisi menteri apa yang akan mereka jabat nanti.

Bahkan Tito Karnavian sendiri menganggap bahwa pemanggilan dirinya lebih berhubungan dengan masalah keamanan. Untuk mengetahui informasi yang lebih pastinya, sepertinya kita harus menunggu hingga pemerintah memberikan pengumuman resminya mengenai susunan Menteri baru.

Comment