by

Mendikbud Dijabat Nadiem, PT Gojek Indonesia Akhiri Tradisi “Bakar Uang”

Mendikbud Dijabat Nadiem, PT Gojek Indonesia Akhiri Tradisi “Bakar Uang”RentetanPT Gojek Indonesia yang dibentuk dan dibesarkan oleh nama Nadiem Makarim dikabarkan akan berfokus ke pengembangan bisnis dan akan menghentikan tradisi “bakar uang” yang selama ini menjadi salah satu image bagi start-up unicorn yang satu ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa kabar terhangat kali ini, Nadiem Makarim yang baru saja pensiun dari daftar CEO PT Gojek Indonesia dan dilantik menjadi salah satu Menteri Kabinet Indonesia Maju yang dibentuk Jokowi hari Rabu (23/10/2019). Hilangnya Nadiem Makarim untuk menjadi Mendikbut tentunya menjadi pukulan besar terhadap Gojek sendiri, karena sekarang sedang bersaing ketat dengan saingan utamanya Grab yang mulai berkembang pesat di Indonesia.

PT Gojek Indonesia secara terang – terangan menyampaikan bahwa tradisi “bakar uang”, atau promo gojek yang berlebihan harus disesuaikan karena tidak baik dalam keseimbangan bisnis yang dijalani, dan menganggu kinerja perusahaan.

Michael Reza mengatakan seperti dilansir dari katadata (Selasa, 22/10/2019) bahwa semester lalu Gojek memiliki transaksi sebesar 100 juta di platform mereka, dan akan terus melakukan penyesuaian insentif untuk menjaga kegiatan bisnis tetap berjalan dengan baik.

Selain itu Presiden Gojek Grup Andre Soelistyo mengatakan bahwa IPO (Initial Public Offering) masih belum menjadi fokus utamanya. Dia mengatakan bahwa Gojek masih memiliki dana dan modal yang cukup untuk menjalankan bisnis mereka untuk memperkuat layanan dan juga pengembangan bisnis.

Walaupun begitu Gojek tetap mempertimbangkan IPO di 3 atau 4 tahun lagi.

PT Gojek Indonesia Pasca Ditinggal Nadiem Makarim Menjadi Mendikbud

Menurut beberapa pakar bisnis tentunya keputusan yang diambil oleh Nadiem dari sisi bisnis bukan merupakan keputusan yang bijak, terlebih untuk para Investor yang sudah mengguyurkan dana ke Gojek.

Saat ini Gojek sedang “berperang” dengan start up sejenis yaitu Grab yang mulai memiliki kenaikan pangsa pasar yang cukup signifikan di Indonesia. Dikabarkan sekarang Grab memiliki pasar sebesar 60%. Hal ini tidak jauh dari bergabungnya OVO yang menjalin kerjasama dengan Grab.

Bayangkan jika OVO atau DANA ikut bergabung di bawah naungan Grab maka Gopay yang merupakan produk dari PT Gojek Indonesia akan oleng dan dipastikan kalah saing. Dengan mundurnya Nadiem sebagai CEO dan menjadi Mendikbud ini tentunya merupakan sebuah kesalahan dalam hal “bisnis” yang dia miliki, khususnya untuk Gojek.

Namun, jika CEO yang menggantikan Nadiem Makarim memiliki kapasitas yang sama, pengalaman yang sama, dan juga kemampuan yang sama atau bahkan lebih, kemungkinan Gojek juga akan tetap baik – baik saja, dan mungkin malah akan tambah berkembang.

Dari sisi lain, masyarakat awam mungkin PT Gojek Indonesia akan tetap baik – baik saja, terlebih Mendikbud yang dijabat oleh CEO Gojek ini, memiliki nuansa baru, dimana para masyarakat memiliki ekspektasi lebih kepada Nadiem. Masyarakat dan warganet melalui Twitter menyampaikan beberapa hal bahwa mereka menunggu “gebrakan” yang akan dibuat di dunia pendidikan.

Tentunya Nadiem Makarim yang sudah meninggalkan Gojek akan bertanggung jawab penuh dengan jabatan yang sekarang dia miliki sebagai seorang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dimana CEO Gojek yang baru akan bertanggung jawab kepada perusahaan PT Gojek Indonesia.

Kedua hal ini merupakan tanggung jawab masing – masing dan tidak saling terikat hanya saja layak untuk dilihat lebih dalam seperti yang sudah kita bahas di atas. Jadi untuk saat ini siap – siap untuk berkurangnya promo gojek, karena Gojek sedikit demi sedikit mengurangi promo yang beredar untuk melanjutkan jalannya bisnis mereka.

Baca Juga Artikel:

Comment

News Feed