by

Terawan Sang Dokter Penemu Metode “Cuci Otak” Menjabat Sebagai Menteri Kesehatan

Terawan Sang Dokter Penemu Metode “Cuci Otak” Menjabat Sebagai Menteri KesehatanRentetan – Salah satu nama Menteri yang cukup menjadi perbincangan adalah Terawan Agus Putranto.

Profil Terawan memang bisa dibilang cukup fenomenal dan juga memiliki sebuah daya tarik untuk dibahas lebih lanjut.

Dokter Terawan yang di beberapa tahun lalu memiliki sebuah penemuan metode kedokteran terbaru yang sering disebut “Cuci Otak” ini cukup hangat diperbincangkan setelah sang Dokter terpilih menjadi Menteri Kesehatan.

Teknik yang digunakan dokter Terawan ini merupakan penemuan medis yang terbilang sangat baru dan belum pernah ada yang mengembangkannya. Pada dasarnya metode “cuci otak” yang dikembangkannya ini adalah untuk mengobati penyakit stroke.

Metode ini dipraktekkan dari mulai tahun 2005 dan diklaim sudah menyembuhkan 40 ribu orang dengan penyakit Stroke yang diderita. Bahkan beberapa tokoh terkenal seperti Aburizal Bakrie, mengakui kehebatan metode yang ditemukan oleh Terawan.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya: Daftar Susunan Menteri Kabinet Indonesia Maju 2019 – 2024

Pro Dan Kontra Metode “Cuci Otak” Terawan

Walaupun begitu terdapat kontra yang terjadi dengan adanya teori yang dibuat oleh Dokter Terawan Agus Putranto. Dinilai metodenya tidak memiliki landasan yang ilmiah kemudian akhirnya harus diputuskan bahwa Terawan disidang kode etik oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dalam sidang kode etik yang digelar oleh IDI, dikabarkan bahwa Dokter Terawan tidak hadir di dalam persidangan yang membuatnya dikeluarkan dari IDI.

Meskipun begitu ternyata teori ini diakui oleh Jerman dan diberi nama “Theory Terawan”. Terawan memang dari kecil menyukai bidang kesehatan, dan sempat kuliah di UGM (Universitas Gadjah Mada) dengan jurusan Kedokteran, kemudian masuk ke Angkatan Darat.

Sebelum menjabat sebagai Menteri Kesehatan di Kabinet Indonesia Maju 2019 – 2024, Dia adalah seorang Dokter Tentara yang kemudian harus pension dini dari Kemiliteran. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa beberapa pejabat elit seperti Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, Habibie juga pernah ditangani oleh dokter yang satu ini.

Terawan dokter yang satu ini juga pernah mengatakan bahwa keahliannya dan metode yang dia gunakan dilakukan untuk masyarakat sehingga terlepas dari pro dan kontra adalah hal yang biasa. Dia hanya berjuang untuk rakyat dengan berusaha semaksimal mungkin.

Sejarah Pendidikan

Sejarah Pendidikan dari Dokter Terawan seperti yang sudah kita ketahui bahwa menyelesaikan kuliah S1 di Fakultas Kedokteran UGM, yang kemudian menyelesaikan Pendidikan Specialis di Departemen Specialis Radiologi Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur.

Dilansir dari liputan6, bahwa Terawan memiliki cita – cita dari kecil menjadi dokter dan sangat menyukai dunia kesehatan.

Tantangan Menteri Kesehatan

Menteri Kesehatan yang dijabatnya tentunya memiliki tanggung jawab yang cukup besar. Sebagai Menteri Kesehatan tentunya Terawan harus bisa memberikan fasilitas kesehatan menyeluruh ke seluruh rakyat Indonesia, selain itu program – program mengenai kesehatan masyarakat harus terus berjalan.

Kabarnya Dokter Tentara yang satu ini juga sudah berbincang sedikit kepada Presiden Jokowi terkait beberapa program BPJS yang mungkin akan ditingkatkan agar lebih tepat sasaran dan merata ke semua masyarakat Indonesia.

Kemudian seperti dilansir dari CNN, bahwa Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), yang masih belum memiliki hasil yang cukup berdampak bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Program yang dibuat oleh pemerintah di tahun 2016 ini, masih menggantung dan belum memiliki titik terang yang tertarget sehingga harus masih diperbaiki lagi.

Selain itu masalah kesehatan mental yang belakangan ini terjadi di masyarakat juga perlu diperhatikan oleh Terawan. Setiap masyarakat Indonesia juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan Psikologis, karena hal ini cukup penting untuk kita semua.

Belum lagi regulasi mengenai penjualan makanan yang kurang sehat juga merupakan sebuah permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat sekarang ini. Belum ada peraturan khusus yang mengatur mengenai penjualan makanan cepat saji yang dianggap sebagai makanan kurang sehat ini.

Masalah kesehatan di Indonesia adalah salah satu masalah besar yang masih banyak PR dan juga masih harus terus digenjot. Masyarakat masih perlu di edukasi mengenai kesehatan secara umum dan juga diberi tahu apa saja fasilitas yang didapatkan, bukan hanya saat sedang sakit, tapi juga melalui jalur pencegahaan dan gaya hidup sehat.

Dengan adanya Menteri Kesehatan yang baru diharapkan akan menjadi sebuah batu loncatan yang lebih baik di 5 tahun mendatang.

Comment

News Feed