by

Menteri Pertahanan, Prabowo Yang Menjadi Sorotan Media Asing Hingga Kekecewaan Ormas Jokowi

Menteri Pertahanan, Prabowo Yang Menjadi Sorotan Media Asing Hingga Kekecewaan Ormas JokowiRentetanPelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju, memang cukup mengejutkan bagi para pengamat politik baik dari dalam negeri atau luar negeri.

Prabowo Subianto, yang dulunya sangat gencar melakukan kritikan pedas kepada pemerintah kini bersatu dengan menjadi salah satu anggota Kabinet Indonesia Maju 2019 – 2024.

Dengan bergabungnya Prabowo ke kursi pemerintah tentunya menyebabkan beberapa pandangan unik dan juga berbeda – beda, seperti kekecewaan Projo yang merupakan Ormas Pro Jokowi dan juga pandangan dari media asing mengenai Prabowo yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI.

Dilansir dari sebuah media The Washington Post (23/10/209), Prabowo mendapatkan sorotan di artikel bertajuk “Indonesia president names elections rivas as defense minister”. Dalam artikel tersebut benar benar membahas mengenai sejarah perpolitikan dari Prabowo belakangan ini.

Prabowo yang gagal dalam pencalonan presiden 2 kali melawan Jokowi. Menurut artikel tersebut dikatakan bahwa ini merupakan hari gelap atau hari terburuk untuk HAM di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa Menteri Pertahanan saat ini selalu dikatikan dengan sejarah kelam pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia di masa lalu. Prabowo dikenal terkait dengan beberapa kasus pelanggaran HAM yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Sementara itu di Indonesia sendiri salah satu ormas pendukung atau Pro Jokowi yang dikenal dengan nama Projo, akhirnya membubarkan diri dan berpamitan dengan awak media. Pembubaran aktivis yang mendukung Jokowi di beberapa waktu yang lalu ini tidak lain dan tidak bukan karena kekecewaan mereka terhadap Presiden Jokowi yang mengangkat Menteri Pertahanan Prabowo.

menteri-pertahanan

“Ada kekecewaan soal Prabowo jadi Menhan, mengingat Prabowo rival yang cukup keras waktu itu. Kita bertarung cukup keras, tapi sekarang menjadi Menhan” kata sekertaris Jendral Projo, Handoko seperti dilansir dari detik (23/10/2019).

Hal inilah yang menjadi penyebab Projo mengundurkan diri dan membubarkan diri karena sangat kecewa terkait dengan Menteri Pertahanan yang baru.

Kemudian para relawan dan aktivis pro Jokowi tersebut juga mengatakan bahwa komitmen selama ini dimana akan melawan intoleransi dan kesediaan berpolitik secara santun dilanggar sehingga menyebabkan mereka ingin membubarkan diri juga.

Di akhir penutupan para relawan juga menyampaikan beberapa hal terkati pemerintahan yang juga ingin semua program yang harusnya dijalankan oleh pemerintahan tetap berjalan dan dilaksanakan sebaik mungkin.

Baca Juga Artikel: Erick Thohir, Miliarder Yang Sukses Menjadi Menteri BUMN

Tanggung Jawab Menteri Pertahanan

Sebagai orang yang bertanggung jawab di bidang pertahanan Republik Indonesia, tentunya ada tugas dan tanggung jawab yang dipikul oleh Prabowo. Beberapa aktivis partai politik juga menyampaikan kepada Prabowo untuk tidal lupa dengan tugas dan tanggun jawab tersebut.

Pertama adalah Industri pertahanan nasional untuk menjadikan Indonesia secara mandiri bisa menghasilkan sistem senjata sendiri (alutsista). Hal ini adalah penting bagi Pemerintah Indonesia agar lebih mandiri tanpa adanya ketergantungan dari negara lain.

Selanjutnya mengenai SDM dan juga kesehjateraan TNI, dimana janji Jokowi yang harus direalisasikan dengan peningkatan tunjangan sebesar 80%. Pekerjaan rumah ini bukanlah hal yang mudah seperti disampaikan oleh Meutya Hafid yang merupakan ketua DPP Partai Golkar, seperti dilansir dari CNN (24/10/2019).

Selain itu anggaran pemerintah di bidang pertahanan adalah salah satu yang paling besar, sehingga perlu adanya kinerja yang benar – benar terlihat dari pihak Kementrian Pertahanan.

Diharapkan program yang akan dijalankan Prabowo benar – benar akan mampu membuat Pertahanan di Indonesia menjadi salah satu yang terkuat, sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir lagi.

Baca Juga Artikel:

Comment

News Feed