by

Demo Gabungan Mahasiswa Dan Buruh Siang Ini Kembali Digelar Di Istana Presiden

Demo Gabungan Mahasiswa Dan Buruh Siang Ini Kembali Digelar Di Istana PresidenRentetan.com – Senin (28/10/2019), siang kembali digelar sebuah demo gabungan mahasiswa dan buruh yang berlangsung di seputaran Istana kepresidenan Republik Indonesia.

Gerakan demo yang tergabung dengan nama BORAK (Boder Rakyat) ini merupakan massa gabungan antara mahasiswa dan juga beberapa elemen masyarakat lain seperti buruh.

Tentu saja demo yang digelar siang hari ini, (28/10/2019) berbarengan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda yang juga diperingati di hari yang sama. Dalam aksi demo ini masa pertama kali terlihat berkumpul di sekitaran Bunderan HI kemudian melakukan aksi jalan kaki (long march) menuju ke istana kepresidenan.

Beberapa perwakilan aksi demo mahasiswa menyebutkan bahwa aksi mereka benar – benar “digembosi” dengan berbagai penjagaan ketat kepada kampus yang diduga ingin bergabung dengan aksi demo kali ini.

Selain itu beberapa mahasiswa juga menyebutkan bahwa aksi demo juga dihalangi oleh pihak kampus dimana tiba – tiba dosen mereka memberikan kuis, ujian, dan juga absen yang tidak boleh kosong menjelang dilaksanakannya demo gabungan mahasiswa kali ini.

demo-gabungan-mahasiswa

Aksi yang semula akan digelar pada pukul 11.00 WIB ini mendadak molor sampai pukul 13.00 WIB sehingga massa belum juga bergerak untuk menuju ke istana kepresidenan. Aksi serupa juga pernah dilakukan di beberapa waktu lalu tepatnya di bulan September 2019, dimana penyisiran dilakukan oleh kepolisian mulai dari KRL, pinggir jalan dan tempat – tempat lain. Kata Ketua Yayasan Lembaga Hukum Indonesia, seperti dilansir dari CNN.

Ada empat tuntutan mahasiswa yang disuarakan pada aksi demo yang dilakukan di siang hari ini. Beberapa diantaranya adalah penolakan pelemahan KPK, Penolakan Kabinet Indonesia Maju dimana para pendemo menyebutnya dengan kabinet Indonesia berdarah, Penolakan bangkitnya Orde Baru di masa pemerintahan Jokowi, kemudian menuntut tim pencari fakta pada terkait tindakan represif demo mahasiswa di bulan September 2019 yang lalu.

Dari pihak kepolisian sendiri sudah siap siaga dengan menyiapkan berabagai peralatan taktis untuk mencegah terjadinya kerusuhan akibat demo yang berlangsung. Baraccuda, Meriam air atau water canyon, kawat berduri sudah terjejer rapi di depan Gedung Kementrian Koordinator Bidang, Politik, Hukum, dan HAM.

Baca Juga Artikel:

Seperti dilansir oleh CNN Indonesia, ada sekitar 4 kendaraan dengan dilengkapi perlengkapan taktis water cannon, dua mobil barracuda, dan mobil komando yang digunakan untuk membubarkan massa. Sementara itu di jalan Merdeka Barat pihak kepolisian juga tampak memasang kawat berduri sampai persimpangan harmoni.

Selain itu 4 tuntunan yang sudah ada, mereka juga tetap mengingatkan akan 7 tuntutan mahasiswa yang mereka gebyarkan di bulan September 2019 yang lalu. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Demo mahasiswa ini sudah terjadi sejak awal bulan September hingga akhir September 2019, hingga beberapa saat mengalami peredaman, dan sekarang akan mulai lagi dengan melakukan aksinya kembali.

Di kesempatan demo kali ini para massa yang tergabung dengan nama Border Rakyat atau BORAK ini menyebutkan bahwa KPK dibawah kepemimpinan Irjen Firli Bahuri disebut dengan “Kantor Polisi Kuningan”. Penolakan pelemahan KPK merupakan salah satu suara yang selalu digemuruhkan aksi – aksi demo mahasiswa yang digelar belakangan ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa buntut Rancangan UU KPK menjadikan aksi demo mahasiswa di seluruh Indonesia menjadi bertambah besar. Aksi – aksi demo bukan hanya terjadi di Jakarta atau Ibukota saja melainkan di seluruh daerah yang ada di Indonesia.

Aksi demo yang sempat meramaikan publik terjadi di Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, Solo, Surabaya, dan bahkan kota – kota di luar pulau Jawa. Aksi demo yang digelar mulai dari pertengahan dan awal September 2019 ini juga sempat memakan korban jiwa dengan dikabarkan 2 orang aktivis mahasiswa harus meninggal dunia karena kerusuhan akibat demo.

Sampai sekarang demo yang dilakukan siang ini masih tergolong aman dan tertib dari massa berkumpul dan juga melakukan long march semua berjalan dengan baik. Diharapkan demo yang damai seperti ini juga akan terus terjadi tanpa adanya kerusuhan yang akan merugikan berbagai kelompok dan juga kita sendiri. Aksi demo juga merupakan salah satu penggerak negara demokrasi agar api demokarsi tetap hidup.

Comment

News Feed