by

Penyakit Bipolar Diidap Marshanda? Ini Penjelasannya

Salah satu mantan artis cilik Indonesia, Marshanda, mengakui bahwa dirinya mengidap penyakit bipolar. Hal ini diungkapkannya dalam sebuah acara Q&A Metro TV yang baru saja di diunggah dalam kanal Youtube resminya. Tapi apa itu gangguan bipolar?

Gangguan bipolar, yang sebelumnya disebut manik depresi, adalah kondisi kesehatan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem yang meliputi emosi tinggi (mania atau hipomania) dan emosi rendah (depresi).

Ketika Kamu menjadi depresi, Kamu mungkin merasa sedih atau putus asa dan kehilangan minat atau kesenangan dalam sebagian besar kegiatan. Ketika suasana hati Kamu berubah menjadi mania atau hypomania (kurang ekstrim dari mania), Kamu mungkin merasa euforia, penuh energi atau mudah tersinggung. Perubahan suasana hati ini dapat mempengaruhi pola tidur, energi, aktivitas, penilaian, perilaku, dan kemampuan berpikir jernih.

Perubahan suasana hati dapat jarang terjadi atau malah beberapa kali dalam setahun. Beberapa orang mungkin mengalami gejala emosional saat penyakit bipolar ini kambuh. Tapi pengidap penyakit lainnya mungkin tidak akan mengalami gejala apapun sebelumnya.

Meskipun penyakit bipolar adalah kondisi yang dapat dialami seumur hidup, Kamu dapat mengatur perubahan suasana hati dan gejala lainnya dengan menjalani perawatan yang sesuai. Dalam kebanyakan kasus, gangguan bipolar diobati dengan obat-obatan dan konseling psikologis (psikoterapi).

Gejala Bipolar

Ada beberapa jenis gangguan bipolar, termasuk mania atau hipomania dan depresi. Gejalanya dapat menyebabkan perubahan yang tidak terduga dalam suasana hati dan perilaku, yang mengakibatkan pengidapnya mengalami kesulitan untuk menjalani kegiatan sehar-harinya.

  • Gangguan bipolar I. Pengidap mengalami setidaknya satu kondisi manik yang dapat didahului atau diikuti oleh episode depresi hipomanik. Dalam beberapa kasus, gejalanya bisa membawa pengidapnya sementara terlepas dari kenyataan (psikosis).
  • Gangguan bipolar II. Pengidap telah mengalami setidaknya kondisi depresi dan setidaknya mengalami kondisi hipomanik sekali, tetapi ia belum pernah mengalami kondisi manik.
  • Gangguan siklotimik. Pengidap biasanya sudah mengalami gejala hipomania dan periode gejala depresi selama dua tahun.
  • Gangguan tipe yang lain. Termasuk, misalnya, gangguan bipolar yang disebabkan oleh obat-obatan atau alkohol tertentu atau karena kondisi medis, seperti penyakit Cushing, multiple sclerosis atau stroke.

Meskipun gangguan bipolar dapat terjadi pada usia berapa pun, biasanya penyakit ini didiagnosis pada usia remaja atau awal 20-an. Gejala dapat bervariasi unruk setiap orang, dan gejala dapat bervariasi dari waktu ke waktu.

Mania dan hipomania

Seseorang yang mengidap kondisi mania dan hipomania biasanya akan mengalami tiga atau lebih gejala-gela berikut:

  • Merasakan emosi berlebihan secara tidak wajar
  • Meningkatnya semangat atau justru merasa kesal secara tiba-tiba saat beraktivitas
  • Rasa nyaman dan kepercayaan diri yang berlebihan (euforia)
  • Kebutuhan tidur yang berkurang
  • Kebiasaan bicara yang tidak biasa
  • Berpikir cepat
  • Mudah teralihkan fokusnya
  • Pengambilan keputusan yang buruk

Artikel menarik lainnya:

Kondisi depresi berat

Episode depresi utama termasuk gejala yang cukup parah untuk menyebabkan kesulitan yang nyata dalam kegiatan sehari-hari, seperti pekerjaan, sekolah, kegiatan sosial atau hubungan. Sebuah episode mencakup lima atau lebih dari gejala-gejala ini:

  • Suasana hati yang tertekan, seperti merasa sedih, putus asa atau ingin menangis (pada anak-anak dan remaja, suasana hati yang tertekan dapat terlihat seperti mudah marah).
  • Hilangnya minat atau merasa tidak senang dengan semua kegiatan yang dilakukan.
  • Penurunan berat badan yang signifikan walau tidak diet, penambahan berat badan, atau penurunan atau peningkatan nafsu makan.
  • insomnia atau terlalu banyak tidur
  • Kelelahan atau kehilangan semangat
  • Perasaan tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan atau tidak pantas
  • Kemampuan berpikir atau berkonsentrasi menurun, atau ragu-ragu
  • Terpikir atau merencanakan untuk mencoba bunuh diri

Jika Kamu memiliki gejala depresi atau mania, temui dokter atau profesional kesehatan mental Kamu. Gangguan bipolar tidak membaik dengan sendirinya. Mendapatkan perawatan dari profesional kesehatan mental dengan pengalaman dalam gangguan bipolar dapat membantu Kamu mengendalikan gejala Kamu.

Pencegahan penyakit bipolar

Tidak ada cara pasti untuk mencegah gangguan bipolar. Namun, mendapatkan perawatan pada tanda paling awal dari gangguan kesehatan mental dapat membantu mencegah gangguan bipolar atau kondisi kesehatan mental lainnya memburuk.

Jika Kamu telah didiagnosis dengan gangguan bipolar, beberapa strategi dapat membantu mencegah gejala minor menjadi episode mania atau depresi penuh:

  • Perhatikan tanda – tandanya. Mengatasi gejala sejak dini dapat mencegah kondisi gangguan ini menjadi lebih buruk. Hubungi dokter jika Kamu merasa mengalami depresi atau mania. Libatkan anggota keluarga atau teman dalam mengawasi kondisi mental kamu.
  • Hindari narkoba dan alkohol. Mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan psikotropika dapat memperburuk gejala dan membuat kondisi bipolar lebih sering kambuh.
  • Konsumsi obat sesuai anjuran dokter. Menghentikan konsumsi obat bisa mengakibatkan menyebabkan kondisi bipolar semakin memburuk dan sering kambuh.

Apa yang dialami Marshanda bukanlah bentuk gangguan mental yang harus ditakuti. Kamu bisa membantu orang-orang disekitar kamu yang mengidap penyakit bipolar ini dengan memberikan dukungan yang dibutuhkan.

Jika kamu merasa kamu memiliki beberapa gejala dari penyakit ini, jangan langsung menyimpulkan bahwa kamu mengidap penyakit mental ini. Konsultasikan kondisi kamu pada dokter dan ikuti arahannya agar kamu bisa merasa lebih baik.

Comment

News Feed