by

Awkarin Tentang Kasus Hak Cipta Kekayaan Intelektual, Ini Yang Perlu Kamu Tahu

Awkarin Tentang Kasus Hak Cipta Kekayaan Intelektual, Ini Yang Perlu Kamu Tahu – Beberapa waktu yang lalu jagad maya dihebohkan oleh pemberitaan mengenai selebgram Awkarin yang dituduh melakukan pelanggaran Hak Cipta Kekayaan Intelektual oleh salah satu Nadiyah Rizki, ilustrator asal Bandung.

Nadiyah sendiri mengaku bahwa selebgram Awkarin telah memberikan ancaman mengenai cuitan Nadiyah di akun Twitternya. Jika Nadiyah masih menyebarkan isu pelanggaran Hak Cipta Kekayaan Intelektual (HAKI) yang dilakukan perempuan bernama asli Karin Novilda ini, masalah tersebut akan dibawa ke pengadilan.

Selebgram Awkarin sendiri memberikan penjelasan mengenai hal ini. Dia mengungkapkan bahwa pelanggaran Hak Cipta Kekayaan Intelektual yang dilakukannya terjadi pada 2015 silam. Ia juga telah menyelesaikan masalah tersebut dengan pemilik karya yang dia catut.

Karena itu, selebgram Awkari berharap agar Nadiyah dapat memberikan bukti jika memang ia telah melakukan pelanggaran HAKI lainnya. Namun jika ilustrator tersebut tidak bisa memberikan bukti yang diminta, penyanyi lagu Badass ini akan mendatangi Nadiyah bersama pengacaranya.

Masalah Hak Cipta Kekayaan Intelektual memang masih menjadi dilema. Banyak pihak yang masih belum mengetahui hal ini dan bagaimana cara untuk menyikapinya. HAKI adalah properti yang muncul dari proses kreatif, seperti upaya artistik, tindakan penemuan, atau setiap ciptaan pikiran. Seperti halnya properti pribadi, pemilik HAKI memiliki hak untuk menggunakan properti mereka seperti yang mereka inginkan. Pada saat yang sama, orang yang tidak memiliki karya tersebut tidak berhak menggunakannya kecuali diberikan izin oleh pemilik HAKI.

Hak cipta berlaku untuk karya kepenulisan atau ekspresi artistik, seperti artikel, buku, gambar, lukisan, patung, film, lagu, perangkat lunak komputer, rencana arsitektur, dan bahkan tarian koreografi. Pemilik hak cipta memiliki hak eksklusif untuk menggunakan properti yang dilindungi, seperti halnya mereka memiliki hak eksklusif untuk menggunakan mobil, sepatu, atau rumah mereka.

Baca artikel lainnya:

Perlindungan Hak Cipta Kekayaan Intelektual

Hak cipta bukan perlindungan tunggal. Sebaliknya, HAKI adalah kumpulan hak dan kemampuan yang kamu nikmati sebagai pemilik karya berhak cipta. Seperti bentuk properti lainnya, Kamu dapat membeli, menjual, mentransfer, melisensikan, dan memberikan hak cipta Kamu, atau bagiannya, untuk pekerjaan apa pun.

Meskipun ada beberapa batasan pada hak-hak Kamu sebagai pemegang hak cipta, ada perlindungan eksklusif yang diberikan kepada semua pemilik hak cipta:

  • Reproduksi. Pemilik hak cipta adalah satu-satunya orang yang dapat mereproduksi atau menyalin karya, seperti dengan membuat salinan buku, foto, atau lukisan. Siapa pun yang mereproduksi karya Kamu, atau bahkan sebagian dari karya itu, tanpa izin Kamu, berarti ia telah melanggar hak cipta Kamu.
  • Distribusi. Pemegang hak cipta memiliki hak untuk mendistribusikan dan menjual hasil reproduksi atau salinan dari sebuah karya.
  • Penampilan di depan Publik. Jika Kamu  membuat karya, seperti naskah drama atau film, Kamu  memiliki hak eksklusif untuk melakukan pekerjaan itu di depan umum. Namun hak ini hanya mengontrol penampilan di hadapan publik saja. Jadi, jika Kamu  menjual salinan digital dari film yang Kamu  buat, Kamu  tidak dapat mencegah orang lain menontonnya secara pribadi, meskipun mereka harus memiliki izin Kamu  jika mereka ingin menampilkannya di tempat umum.
  • Tampilan Publik. Seperti pertunjukan publik, pertunjukan publik dari karya Kamu  sepenuhnya milik Kamu. Jadi, jika sebuah galeri seni ingin memajang foto-foto Kamu, ia harus memiliki izin untuk melakukannya. Tetapi, jika Kamu  menjual cetakan karya Kamu, pembeli dapat memajang di rumah mereka karena pajangan tersebut tidak untuk umum.
  • Karya Derivatif. Kamu  memiliki hak eksklusif untuk membuat karya turunan dari karya berhak cipta Kamu. Misalnya, jika Kamu  menulis buku, Kamu  memiliki hak untuk membuat dan menjual poster, kaos, dan barang serupa lainnya yang didasarkan pada buku itu.

Jika kamu bukan pemilik karya sebenarnya. Sebaiknya kamu tidak sembarangan mencantumkan nama kamu sebagai pemilik dari karya kamu. Langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan meminta izin terlebih dulu pada pemilik karya sebelum kamu menyebarkannya.

Pelanggaran hak cipta ini memiliki konsekuensi hukum. Jadi jika kamu tidak ingin terjebak dalam masalah legalitas yang berpotensi melanggar Undang Undang Hak Cipta yang berlaku, sebaiknya ikuti peraturan yang telah ditetapkan. Kamu bisa membaca Undang Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014 yang mengatur mengenai Hak Cipta Kekayaan Intelektual.

Jangan sampai kasus yang pernah menimpa selebgram Awkarin di masa lalu menimpa kamu hanya kamu karena kamu tidak memberikan kredit pada pemilik karya aslinya.

Comment

News Feed