by

Mendagri Sisir Anggaran, Janji Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

Mendagri Sisir Anggaran, Janji Menteri Dalam Negeri Tito KarnavianRentetan – Tito Karnavian yang baru saja dilantik sebagai salah satu Menteri Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Dalam Negeri menyampaikan kepada public bahwa agenda program kerjanya adalah mendagri sisir anggaran.

Dilansir dari Kompas (29/10/2019), Tito mengaku mendapatkan laporan terkait dengan penyerapan anggaran yang kurang dari 60 persen. Berarti penggunaan dana tersebut kurang efektif, hal ini disampaikan di kantor kemenko Pohulkam pada hari Selasa 29 Oktober 2019 kemarin.

Kemudian Tito menambahkan akan menyisir satu persatu mulai dari melihat provinsi per porvinsi dan kabupaten yang tersebar di seluruh Indonesia. APBD memang sudah ditransfer dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah sehingga harus benar – benar tepat sasaran dalam penggunaannya.

Dalam wawancaranya Tito menyebutkan akan melihat detail belanja APBD yang digunakan apakah untuk belanja barang, belanja pegawai atau untuk belanja seperti apa, sehingga akan terlihat jika memang digunakan untuk belanja barang dan pegawai penggunaan untuk masyarakat akan kurang.

Kira – kira seperti ini mendagri sisir anggaran yang menjadi janji politik Tito Karnavian. Semetara sehari setelah pernyataan ini dibuat kemudian muncul pemberitaan yang ramai di media. APBD DKI Jakarta dikabarkan ganjil dengan usulan yang sangat besar di ATK hingga ratusan miliar.

Penemuan ini disampaikan oleh anggota fraksi partai PSI, William yang menyampaikannya di media sosial Twitter. Dalam pernyataannya William, diketahui bahwa ada dana yang ganjil pada usulan anggaran berupa pegadaan lem aibon dan juga pengadaan alat tulis berupa pulpen.

Selain itu dalam akun twitternya William menyampaikan bahwa dia juga akan membuka blak – blak an mengenai kejadian ini serta share mengenai APBD Jakarta.

Dilansir dari CNN (30/10/2019), pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta merevisi anggaran alat tulis yang menjadikan sempat heboh di pagi hari tadi. Sebelum direvisi anggaran pengadaan lem aibon adalah Rp 82 Milliar Rupian, dan anggaran pengadaan pulpen adalah sebesar Rp 123 Milliar Rupiah.

Syaefulloh Hidayat menyampaikan bahwa sudah merevisi anggaran ATK keseluruhan adalah Rp 22 Milliar. Dia juga menambahkan bahwa jumlah ini juga sementara. Sementara itu tagar Mendagri sisir Anggaran terus di gumamkan warganet di twitter.

Selain itu pihaknya juga menambahkan jika hilangnya anggaran tahun 2020 di situs apbd.jakarta.go.id itu adalah karena memang sedang direvisi, bukan karena sedang ramai dibicarakan oleh media. Beberapa akun twitter juga menghubungkan pemerintahan Ahok dan Anis, dimana pemerintahan Ahok sangat transparan masalah APBD DKI.

Sementara itu William, yang mengaku menemukan kejanggalan anggaran ini juga menyatakan bahwa dia menunggu pernyataan resmi terkait dari anggaran ganjil APBD DKI Jakarta ini. Menurutnya Anis Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta seharusnya memberikan pernyataan dan sikap resminya terhadap permasalahan yang terjadi sekarang ini.

Lalu apa hubungan dengan Tito Karnavian dengan mendagri sisir anggaran?

Tentunya hal ini berhubungan dengan program kerja dimana mendagri akan menyisir anggaran. Akankah Tito selakui Menteri Dalam Negeri akan segera menyisir anggaran terkait APBD Jakarta? Tidak usah muluk – muluk sampai seluruh Indonesia melainkan hanya wilayah pemprov DKI.

Seperti dilansir dari tribun ada beberapa keganjilan anggaran yang ada di APBD DKI:

  • Anggaran Bayar Influencer 5 Milliar
  • Anggaran Lem Aibon 82 Milliar
  • Beli Pulpen Senilai Rp 123 Miliar hampir sama dengan pengadaan mobil Menteri
  • Septictank mencapai Rp 166,2 Miliar

Beberapa anggaran di atas diakui sangatlah tidak wajar, bahkan pengadaan mobil Menteri yang cukup memakan anggaran besar tidak sampai nilai sefantastis itu. Selain itu beberapa anggaran tersebut memang sudah diakui merupakan kesalahan dan masih “sementara”. Permasalahannya sekarang adalah apakah mendagri sisir anggaran benar – benar dijalankan.

Artian kata “dijalankan” apakah memang sesegera itu? Itulah hal yang ditanyakan dan juga dipermasalahkan oleh warganet Twitter. Selain itu beberapa warganet juga mengharapkan kembali Ahok sebagai Gubernur DKI, karena permasalahan anggaran DKI ini tidak pernah muncul dipermukaan di masa pemerintahan Ahok.

Bagaimana tidak sampai sekarang Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta masih diam membisu belum melakukan klarifikasi, dan pernyataan resminya kepada publik. Pernyataan resmi diperlukan agar kesalah pahaman tidak berlanjut dan tidak berlarut – larut.

Baca Juga Artikel:

Anies yang juga aktif menggunakan media Twitter ini juga belum menyinggung permasalahan yang satu ini.

Comment

News Feed