by

Tanggapan Ahok Atas kritikan Anies Terkait Sistem E-budgeting APBD DKI Jakarta

Tanggapan Ahok Atas kritikan Anies Terkait Sistem E-budgeting APBD DKI JakartaRentetan – Pemerintah Provinsi Jakarta sedang dikritik habis – habis di Kepemimpinan Anies Baswedan terkait kasus APBD yang disebut – sebut ganjil dan tidak wajar.

Dilansir dari CNN (30/10/2019), Anies Baswedan mengkritik sistem penganggaran yang ada di DKI tidak “Smart” walaupun menggunakan sistem digital berbasis teknologi.

Anies juga menambahkan bahwa sistem seharusnya bisa menambahkan seharusnya sistem anggaran yang dibuat harus bisa mengkoreksi kesalahan saat memasukkan data. Sementara di sistem saat ini data yang dimasukkan harus dikoreksi oleh manusia.

Tanggapan Ahok atas kritikan yang dilancarkan oleh Anies terkait dengan sistem penganggaran APBD DKI Jakarta ini. Ahok menjelaskan bahwa sistem anggaran e-Budgeting milik pemerintah DKI ini bisa digunakan untuk mengetahui anggaran apapun yang dimasukkan, terutama saat dia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Semua bisa terlihat dari awal masuk dan memang tidak bisa asal masukan, tanggapan Ahok mengenai hal tersebut. Ahok juga menambahkan bahwa sistem e-budgeting ini akan berjalan baik jika digunakan orang baik, dan akan jelek jika digunakan oleh orang – orang yang memiliki niat buruk pula.

Sejarah Sistem E-Budgeting DKI Jakarta

Dalam sejarahnya sistem e-budgeting DKI Jakarta ini mulai dibuat pada sekitar tahun 2016. Pada waktu itu memang sistem ini sengaja diterapkan untuk pemerintahan DKI Jakarta. Sebenarnya sistem ini merupakan sebuah sistem yang mengacu pada Peraturan Gubernur nomor 145 tahun 2013 tentang penyusunan APBD melalui electronic budgeting.

Sebagai pemimpin atau Gubernur yang menjabat pada masa itu memang Ahok sengaja menerapkan sistem dengan alasan agar masyarakat bisa mengecek secara langsung anggaran APBD. Hal ini terjadi karena kasus UPS yang terbongkar di tahun 2016 lalu.

Ahok yang pada waktu itu berdebat panjang lebar karena ada anggaran siluman yang menyebabkan Ahok segera menarapkan sistem ini. Sehingga sistem ini sampai sekarang dipakai untuk dijadikan sistem resmi yang digunakan pemerintah Jakarta.

Hal ini juga menjadi tanggapan Ahok yang mencoba memberikan pendapat terkait kritik Anies yang menyebutkan sistem ini tidak terlalu pintar.

Seperti yang kita ketahui bahwa sehari sebelumnya terangkat ke media sebuah anggaran yang dibilang sebagai anggaran ganjil dari Lem Aibon dan pulpen yang mencapai angka Rp 82 Milliar dan juga Rp 123 Milliar.

Selain itu memang Anies menjelaskan bahwa seharusnya ada bagian dari sistem yang bisa memverifikasi dan menguji atau pengecekan. Dan tanggapan ahok adalah seperti yang sudah disebutkan di atas.

Beberepa media juga menyebutkan bahwa Anies hanya sekedar menyalahkan sistem yang ada, karena beredarnya beberapa anggaran yang janggal. Dilansir dari Kompas, Anies menyebutkan bahwa sistem ini seharusnya tidak diwariskan pada pejabat setelahnya.

Selain itu Anies juga menyebutkan bahwa dia sedang melalukan penyisiran anggaran secara diam – diam, menurutnya dia tidak mau masuk ke “panggung media”. Dalam wawancara yang dilansir dari Kompas, Gubernur Jakarta ini menyebutkan bahwa di era sebelumnya juga ditemui beberapa kejanggalan tapi menganggap tidak dipanggungkan.

Janji Anies Terkait Anggaran RAPBD 2020 Jakarta

Anies Baswedan selaku Gubernur Jakarta juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan perbaikan dan upgrade sistem elektronik yang akan rampung di tahun 2020. Hal ini dilakukan agar Gubernur bisa melihat anggaran tersebut dengan lebih mudah. Tambahan juga bahwa untuk Gubernur selanjutnya Anies juga ingin mewariskan sistem yang lebih baik, dan tidak mengalami kesulitan seperti sekarang ini.

Anies Baswedan berjanji dan menegaskan bahwa sistem e-budgeting tidak akan seperti sekarang ini melainkan dengan verifikasi otomatis. Sistem akan memberikan peringatan agar tidak terjadi kesalahan dalam penginputan data anggaran.

Yang akan diganti itu jika dilihat ada masalah langsung nyala atau red light, Jadi ketika dilihat angka yang tidak masuk akal, langsung muncul warning. Kan tahu salahnya dimana” Jelas Anies seperti dilansir dari Kompas (30/10/2019) yang lalu.

Baca Juga Artikel:

Tentu saja tanggapan ahok terkait sistem ini juga bisa dijadikan sebagai semangat untuk Anies memperbaiki sistem anggaran dia. Jadi kita lihat di tahun 2020 mendatang apakah benar – benar menjadi sistem “smart” seperti yang dikatakan oleh Anies.  

Comment

News Feed