by

Novel Baswedan, Fakta Baru Kelanjutan Kasus Yang Masih Misterius

Novel Baswedan, Fakta Baru Kelanjutan Kasus Yang Masih MisteriusRentetan – Kelanjutan kasus Novel Baswedan masih menggantung sampai sekarang. Belum ada titik terang dan juga kejelasan mengenai kasus yang menimpa Mantan Ketua KPK Novel Baswedan di 2017 yang lalu.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa beberapa petunjuk sudah muncul ke permukaan, seperti buku merah yang belakangan ini digembor – gemborkan oleh beberapa media yang bisa menjadi salah satu petunjuk untuk mengungkapkan kasus ini.

Dilansir dari Tempo, (Jumat. 1 November 2019) Presiden Jokowi saat berjumpa dengan Pers di Istana kepresidenan menyampaikan bahwa sudah mengatakan kepada Kapolri baru bahwa akan memberikan waktu sampai awal Desember 2019 untuk menyelesaikan kasus Novel Baswedan.

Berbeda dengan kepolisian yang menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki tenggat waktu. Seperti yang disampaikan oleh Kadiv Humas Polri Inspektur Jendral Mohammad Iqbal di Kantor Kejaksaan Agung (4/11/2019), Ia hanya menjelaskan bahwa “sesegera mungkin” akan menyelesaikan kasus yang lama sudah menggantung atas penyerangan Novel Baswedan.

Sedangkan tim teknis kasus Novel Baswedan sendiri dibentuk pada bulan Agustus awal dengan melibatkan kurang lebih 120 personel kepolisiaan. Pada awalnya tim ini diberikan tenggat waktu hingga bulan Oktober, namun sampai sekarang masih belum menemukan titik terang yang pasti, bahkan belum ada pengungkapan apa saja yang sudah diungkap dan didapatkan keterangan yang diucapkan ke publik mengenai apa yang didapatkan dari tim teknik kepolisian ini.

Novel Baswedan adalah seorang penyidik KPK senior yang juga berawal dari Kepolisian. Dia mengawali karirnya dari Akademi Kepolisian dan lulus pada tahun 1998. Pada awal karirnya Ia menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu. Dari sinilah awal karirnya yang kemudian ditarik ke Bareskrim Mabes Polri.

Pada tahun 2007 yang lalu Ia ditunjuk sebagai penyidik KPK, yang kemudian pada tahun 2014 yang lalu diangkat sebagai penyidik tetap di KPK. Kiprahnya sebagai penyidik KPK sudah tidak bisa diragukan lagi, berbagai kasus korupsi besar yang melibatkan berbagai pejabat terkenal dan politikus yang cukup ternama.

Sebut saja Muhammad Nazaruddin, Angelina Sondakh, dan beberapa kasus lainnya merupakan pengungkapan yang dilakukan olehnya. Kemudian tidak hanya beberapa kasus tersebut, Novel Baswedan juga mengungkap beberapa kasus besar seperti pengadaan SIM yang juga menyeret Djoko Susilo yang menjabat sebagai Kakorlantas Polri turut menuai kontroversi.

Dari sinilah awal mula ketidak akuran antara Polri dan juga KPK. Di beberapa pemberitaan terdapat video buku merah, dimana di dalam video tersebut ada upaya pengerusakan sebuah bukti sebuah kasus korupsi yang diduga terdapat aliran dana ke Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kapolri.

Seperti yang kita ketahui bahwa Tito Karnavian saat ini menjabat sebagai salah satu Menteri di Kabinet Indonesia baru. Kejadian pengerusakan bukti “buku merah” tersebut terjadi beberapa hari sebelum Novel Baswedan mendapatkan serangan oleh “orang asing” yang menyiram air keras kepadanya di tanggal 11 April 2017 yang lalu.

Sampai sekarang kasus Novel Baswedan ini masih menggantung dan juga masih belum ada kejelasan yang pasti. Presiden Jokowi sudah berkali – kali memerintahkan kepada Kapolri untuk menyelesaikan kasus ini. Terakhir kali adalah di hari Jumat 1 November 2019 yang lalu. Perintah Jokowi ini adalah perintah ketiga yang disampaikannya kepada Kapolri. Sebelumnya Ia memerintahkan penyelesaian kasus di bulan Oktober 2019.

Kemudian di bentuklah tim teknis yang terdiri dari 120 personel anggota kepolisian. Karena sampai bulan Oktober 2019 masih belum terdengar ada niat pengungkapan kasus, tentunya menjadikan pertanyaan dari publik bertanya – tanya. Bahkan dari tim teknis tidak terdapat penjelasan satu pun atas kasus ini.

Pada akhirnya presiden Jokowi kembali memastikan bahwa Ia sudah memberikan tenggat waktu lagi sampai awal Desember 2019 untuk menyelesaikan kasus Novel Baswedan. Namun pihak kepolisian sendiri masih belum menjelaskan tenggat waktu yang dibicarakan oleh Jokowi, dengan menyampaikan bahwa “secepat mungkin” tim teknis akan menyelesaikan kasus yang menimpa Novel Baswedan ini.

Novel Baswedan juga menyampaikan seperti dilansir oleh Tempo, akan mengundurukan diri dari KPK atau keluar dari KPK jika tidak ada keseriusan pemerintah dalam pemberantasan Korupsi. Penyidik KPK senior ini menyampaikan hanyalah sebuah lelucon jika pihaknya berjuang keras memberantas Korupsi sementara Pemerintah tidak mendukungnya.

Baca Juga Artikel Berita Menarik Lainnya:

Novel Baswedan mengecewakan pemerintah yang merevisi UU KPK. Ia mengatakan bahwa perubahan dalam UU tersebut tentunya sangat melemahkan KPK sekarang ini.

Comment

News Feed