by

OVO Mengalami Gangguan Seperti Beberapa Hal Berikut Ini

OVO Mengalami Gangguan Seperti Beberapa Hal Berikut IniRentetan – Selasa (05/11/2019) salah satu Bank Digital Indonesia yang cukup populer di kalangan masyarakat, OVO mengalami permasalahan yang cukup serius. Beberapa akun di twitter mengabarkan bahwa aplikasi mobile OVO sedang mengalami permasalahan teknik dimana tidak bisa diakses atau dibuka.

Memang benar sampai artikel ini dibuat saat ini (05/11/2019) aplikasi pembayaran dan Bank Digital Indonesia ini masih belum bisa diakses atau dibuka. Error dan Ovo mengalami gangguan yang terjadi adalah OVO error tidak mau masuk ke halaman utama aplikasi, melainkan hanya berada di penguncian aplikasi atau halaman awal saat aplikasi ini mau dibuka.

Selain error dan gangguan saat masuk, beberapa orang juga melaporkan bahwa saldo OVO yang terhubung di Tokopedia dan juga Grab terpantau dengan saldo Rp 0 alias kosong. Namun permasalahan utamanya adalah aplikasi ini tidak bisa dibuka. Ovo mengalami gangguan masih belum tahu dari pukul berapa di hari ini yang jelas beberapa orang di twitter terus saja meributkan hal ini.

Menurut keterangan yang ada di Twitter resmi akun OVO, saat ini sedang ada perbaikan dan maintenance sistem di OVO, yang kemungkinan akan memakan waktu yang cukup lama. Selain itu akun resminya juga mengatakan bahwa ovo mengalami gangguan bukan karena sesuatu hal yang tidak wajar, melainkan maintenance sistem guna meningkatkan kualitas layanan.

OVO adalah sebuah layanan bank digital yang cukup besar di Indonesia. Layanan pembayaran online yang satu ini juga cukup populer digunakan karena berbagai kemudahan yang didapatkan. Pada saat kemunculannya pertama kali layanan OVO bahkan memberikan pelayanan transfer tanpa menarik uang admin sepeserpun, hingga beberapa waktu yang lalu keluar kebijakan mengenai penarikan biaya admin dari Rp 2.500 hingga Rp 3000.

OVO merupakan salah satu perusahaan yang beridiri di bawah Lippo Group dengan memberikan layanan pembayaran online. Dengan menggunakan layanan yang dimiliki oleh OVO ini kita bisa berbelanja dan juga melakukan transaksi tanpa harus menggunakan uang fisik, alias cashless.

Hal ini juga merupakan sebuah pengembangan teknologi yang cukup brilliant dan diakui menjadi salah satu perkembangan yang cukup pesat di Indonesia. Diketahui bahwa terdapat layanan uang dan pembayaran online yang ada di Indonesia termasuk OVO. Beberapa diantaranya adalah DANA, dan juga Go-pay.

Untuk Gopay sendiri kita tahu bahwa perusahaan startup Gojek yang memilikinya dengan memudahkan kita bertransaksi di aplikasi yang dikembangkan oleh Gojek. OVO juga mengembangkan bisnisnya dengan bekerjasama dengan perusahaan ecommerce yang ada di Indonesia yaitu Tokopedia, kita bisa bertransaksi dengan menggunakan OVO di Tokopedia.

Selain itu kita juga bisa menyimpan uang kita di OVO hingga maksimal Rp. 10 juta dengan cara melakukan verifikasi data diri berupa KTP dan juga foto selfie kita sehingga bisa menikmati layanan yang satu ini.

Ovo juga merupakan perusahaan dengan perkembangan yang sangat pesat, dengan mulai membuat merchant kepada usaha kecil menengah yang membuat kita bisa menggunakan OVO untuk bertransaksi tentunya memudahkan kita tanpa harus menggunakan uang cash.

Kita bisa bertransaksi di Indomaret, Alfamart, dan juga berbagai tempat yang merupakan merchant OVO. Biasanya terdapat sebuah barcode dari OVO yang bisa digunakan untuk kita scan, atau menggunakan input nomor telepon melalui mesin yang ada di kasir tempat kita belanja.

Dikabarkan produk layanan uang digital yang satu ini akan mampu menandingi Gopay yang sekarang cukup populer dikarenakan sudah lebih dulu dikenal oleh masyarakat Indonesia. Beberapa pengamat bisnis mengatakan dengan adanya OVO ini, Gopay yang sebelumnya memegang marketshare uang digital kini harus berbagai dengan OVO yang beberapa waktu lalu sempat mengalami permasalahan.

Tapi jika OVO mengalami gangguan seperti sekarang ini tentunya ada respon negatif bagi para penggunanya. Walaupun tidak begitu signifikan, kemungkinan hal ini merupakan sebuah contoh maintenance yang sangat negatif. Kenapa maintenance dilakukan di siang hari saat aktifitas banyak terjadi? Bukannya lebih aman jika dilakukan di malam hari ketika tidak banyak aktifitas pengguna OVO mengalami gangguan?

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:

Hal ini perlu dipertimbangkan oleh OVO karena pengguna yang merasakan dampak dari OVO mengalami gangguan kali ini.

Comment

News Feed