by

Lelah Bekerja? Mungkin Ini Penyebabnya #kamisambyar

Bekerja adalah keharusan bagi setiap orang untuk mendapatkan penghasilan. Tapi seringkali kita merasa lelah bekerja. Kondisi ini mungkin wajar jika kamu bisa kembali segar setelah istirahat sejenak. Tapi bagaiman jika kamu merasa capek kerja selama seharian penuh, bahkan kamu merasakannya setiap hari?

Lelah bekerja bukan hanya kelelahan yang dialami tubuh saja. Tapi kamu juga mungkin mengalami kelelahan mental. Jika hal ini terjadi, bukan hanya tenaga yang kekurangan energi, tapi motivasi kamu juga menurun. Jika kamu capek kerja, kemungkinan besar kamu akan sulit untuk berkonsentrasi saat bekerja.

Kondisi seperti ini yang berlangsung selama berhari-hari, bahkan hingga berminggu-minggu bisa menimbulkan masalah lainnya. Walau kamu mendapatkan istirahat yang cukup rasa capek kerja ini bisa membuat kamu stres, tertekan, bahkan bisa membuat kamu depresi.

Work fatigue, atau lelah bekerja merupakan kondisi yang berbeda dengan kondisi kelelahan biasa. Work fatigue sendiri dapat didefinisikan sebagai kondisi kelelahan terus-menerus yang tidak dapat dihilangkan dengan istirahat. Kondisi lelah bekerja ini dapat berkembang seiring waktu sehingga dapat mengurangi tingkat energi, motivasi, dan konsentrasi.

Apa penyebab kondisi lelah bekerja ini? Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya. Yang pertama, berubahnya jadwal kegiatan harian dapat membuat tubuh dan pikiran pulih lebih lambat. Bekerja secara remote juga dapat menjadi penyebab kondisi ini.

Walau banyak orang yang bekerja secara remote mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih produktif dalam bekerja. Besar kemungkinan mereka juga bekerja tanpa mengenal waktu. Bahkan mereka bisa bekerja tanpa hari libur.

Karena pekerja remote cenderung bekerja tanpa jadwal yang pasti, menjaga pola hidup yang seimbang antara kerja dan keluarga dapat menjadi tantang tersendiri. Padahal hidup yang seimbang dapat mencegah timbulnya kondisi lelah bekerja.

Walau banyak yang menganggap bahwa masalah kesehatan ini merupakan hasil dari budaya kerja modern. Ternyata banyak faktor lain yang berkontribusi terhadap hal ini. Berikut ini beberapa di antaranya:

Tidak cukup atau kurang tidur

Jadwal kerja modern sering memaksa kita untuk mengesampingkan pola tidur normal kita. Jika kamu hanya lelah bekerja, satu atau dua malam tidur yang baik biasanya akan memperbaiki masalahnya. Tetapi jika kamu mengalami kelelahan kerja, kamu tidak akan merasa lebih baik walau kamu tidur lama.

Jeda istirahat yang tidak cukup

Kita seringkali harus berinteraksi dengan alat tertentu saat bekerja. Salah satunya adalah komputer. Sayangnya tubuh tidak mendapatkan jeda istirahat dari layar komputer atau ponsel. Padahal perangkat yang memancarkan cahaya biru, seperti ponsel, tablet, dan laptop, dapat mengurangi kualitas tidur dan meningkatkan depresi, kegelisahan, dan stres.

Melawan “jam” alami kamu

Kita semua melalui saat-saat diman energi tubuh sedang tinggi dan saat tingkat energi sangat rendah. Hal ini disebut ritme sirkadian. Jika kamu berusaha untuk memaksakan diri untuk bekerja disaat ritme sirkadian kamu sedang rendah dapat membuatkamu merasa frustrasi dan kelelahan.

Artikel menarik selanjutnya:

Lalu bagaimana caranya agar kamu tidak selalu merasa lelah bekerja? Kamu bisa mencoba tips-tips berikut ini:

1. Temukan jam produktif kamu dan bekerja selama waktu tersebut

Setelah menentukan ritme sirkadian alami tubuh kamu, cobalah bekerja pada jam-jam ketika kamu merasa dalam kondisi puncak. Ketika tingkat energi kamu rendah, alihkan fokus kamu ke tugas-tugas yang tidak berat seperti menjawab email dan membalas panggilan telepon.

2. Kelola motivasi kamu

Motivasi dan mood dapat berubah-ubah. Jika kamu menunggu sampai mendapat mood dan motivasi yang sesuai, kamu mungkin tidak memulai pekerjaana kamu. Kamu bisa merubah ruang kerja kamu untuk memotivasi diri.

Kamu juga dapat mulai memotivasi diri sendiri dengan menerapkan aturan lima menit. Jika kamu merasa ritme kerja kamu menurun, luangkan hanya lima menit untuk menyelesaikan pekerjaan kamu. Setelah lima menit, Anda biasanya akan melakukan semuanya.

3. Beristirahat lebih banyak di siang hari

Jika kamu merasa capek kerja, cobalah beristirahat. Hanya dengan tidur 15 hingga 20 menit, dapat meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan kinerja. Tidur siang yang lebih lama sangat bagus untuk keterampilan membuat keputusan.

Peneliti tidur Nathaniel Kleitman menemukan bahwa tubuh manusia mengikuti siklus aktivitas istirahat setiap 90-120 menit. Ini artinya tubuh sangat membutuhkan istirahat setelah sekitar 90 menit bekerja. Setelah memahami ritme ini, kamu dapat menggunakannya untuk menjadwalkan waktu istirahat kamu.

4. Tetapkan batas waktu kerja kamu

Pola hidup seimbang sangat penting untuk mengatasi kondisi lelah bekerja. Jadi cobalah untuk menentapkan berapa lamu kamu akan bekerja. Jika waktu kerja kamu sudah habis, cobalah berhenti dan gunakan waktu tersebut untuk mengerjakan kegiatan lain yang kamu sukai.

5. Cobalah bermeditasi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seperti meditasi dan yoga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan yang menyebabkan masalah lelah bekerja. Melakukan meditasi secara rutin, baik di pagi hari atau sebelum tidur, dapat memiliki efek jangka panjang. Bahkan, banyak praktisi yoga mengungkapkan meditasi dan yoga dapat meningkatkan 86% kesehatan mental lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya.

Jika kamu merasa capek kerja, mungkin saja kamu mengalami hal yang sama. Jangan sampai pekerjaan kamu hari ini jadi #kamisambyar yang membuat kamu merasa lebih tertekan dengan pekerjaan kamu.

Pahami tubuh dan pikiran kamu, temukan waktu paling tepat untuk meningkatkan kualitas pekerjaan kamu. Jangan lupa juga untuk mempraktekkan tips-tips diatas agar kamu bisa kembali bersemangat.

Comment

News Feed