by

Kemendikbud Berharap Menjadikan Pencak Silat Sebagai Kesenian Beladiri Yang Diakui UNESCO

Kemendikbud Berharap Menjadikan Pencak Silat Sebagai Kesenian Beladiri Yang Diakui UNESCORentetan – Pemerintah melalui Kemendikbud serius untuk membuat salah satu kesenian beladiri asal Indonesia Pencak Silat.

Pada hari Minggu (10/11/2019) yang lalu Direktorat Jendral Kebudayaan Kemendikbud dengan bergabung dengan komunitas Pencak Silat mengadakan sebuah acara yang bertajuk “flash mob”.

Ada lebih kurang lebih 100 peserta yang menghadiri acara yang digelar oleh Kemendikbud ini. Adapun beberapa komunitas yang bergabung adalah Asosiasi Silat Tradisi Betawi (Astrabi), dan kurang lebih 5 perguruan silat yang mewakili Jawa Barat, Banten, dan Sumatra Barat.

Nadjamuddin Ramli, mengingatkan kembali pada acara yang digelar pada 10 November 2019 yang lalu bahwa para pendekar Silat ini juga merupakan orang – orang yang berjasa merebut kembali kemerdekaan Indonesia di masa lalu dan kita harus melestarikan budaya warisan ini.

Selain itu disampaikan juga bahwa Indonesia juga sangat ingin menjadikan Pencak Silat sebagai salah satu warisan yang masuk ke Intangible Cultural Heritage UNESCO. Pengadaan acara “Flash Mob” ini diperkirakan akan mampu mempengaruhi masyarakat dan juga berbagai elemen masyarakat lebih mengenal Pencak Silat.

Selain itu Pencak Silat juga merupakan cabang olahraga yang sudah tersebar dan dikenal oleh kurang lebih 52 negara. Penyebaran Pencak Silat pada masa lalu merupakan penyebaran turun temurun yang diajarkan di beberapa tempat ibadah (surau) yang tersebar di wilayah Indonesia.

Nilai Pencak Silat Dan Penargetan ICH UNESCO

Kemendikbud menargetkan Pencak Silat menjadi warisan Budaya yang akan masuk ke daftar ICH UNESCO seperti beberapa warisan budaya tak benda yang sudah masuk. Seperti yang kita ketahui bahwa batik, wayang, keris, tari bali, yang tentunya di tahun 2020 mendatang pantun dan di 2021 gamelan.

Tentunya mengadakan “Flas Mob” bersama dengan komunitas Pencak Silat ini juga mengingatkan beberapa prinsip dan nilai yang terkandung di dalamnya. Prinsip tersebut adalah mental dan spiritual, kemudian pertahanan diri dan juga beladiri, kesenian dan juga olahraga. Hal ini menjadikan salah satu faktor penting untuk masyarakat Indonesia sehingga Kemendikbud sangat getol untuk membuat Pencak Silat sebagai salah satu warisan budaya tak benda (WBtb) yang wajib dilestarikan.

 

Menyulap Pencak Silat Sebagai Kesenian Yang “Keren”

Pemerintah ingin memberikan kesan yang baik untuk Pencak Silat. Kesenian jika tidak dilestarikan maka akan menjadi dilupakan, dengan menargetkan masuk ke ICH UNESCO Kemendikbut akan menyulap Pencak Silat menjadi salah satu kesenian yang “keren”. Sehingga banyak orang akan mulai tertarik dengan pencak silat.

Para pelaku dan juga praktisi mengatakan bahwa di Korea Selatan saja Taekwondo bisa menjadi sebuah industri kenapa pencak silat tidak bisa, seharusnya mengacu dari negeri gingseng tersebut tentunya Indonesia juga bisa.

Kesan Pencak Silat yang kurang keren saat ini akan menjadi keren dikemudian hari, begitulah target dari Kemendikbud beserta dengan komunitas Pencak Silat yang ada di Indonesia.

Sejarah Pencak Silat

Sejarah Pencak Silat dikabarkan mulai berkembang dari abad ke 7 masehi. Berdasarkan dari keterangan seorang peneliti yang mempelajari kesenian beladiri ini yang bernama Donald F Draeger, bukti adanya pencak silat jaman dahulu tergambar dengan jelas di artefak senjata yang tertera di relief kuda – kuda yang ada di Candi Borobudur dan juga Candi Prambanan.

Sheikh Shamsuddin juga berpendapat bahwa Pencak Silat sendiri merupakan salah satu kesenian bela diri yang terpengaruh dari China dan India yang menyebar di berbagai daerah di Asia Tenggara. Beberapa negara di Asia Tenggara juga mengenalnya dengan nama yang berbeda. Di Melayu seperti Malaysia dan Singapura dikenal dengan nama Gayong atau Cekak. Thailand juga memiliki nama bersilat, dan Filipina mengenalnya dengan nama pasilat.

Tradisi Pencak Silat di Indonesia sendiri terkenal sebagai tradisi turun menurun yang disampaikan secara lisan tanpa adanya teks panduan. Di jaman dahulu praktek Pencak Silat ini diajarkan di tempat – tempat ibadah seperti surah, masjid, sehingga penduduk indonesia pada jaman dahulu juga memiliki kepandaian mempertahankan diri.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:

Kemendikbud berharap bahwa tradisi warisan budaya ini akan tetap hidup di tengah masyarakat Indonesia sehingga akan menjadi tradisi yang tetap dikenal masyarakat Indonesia secara luas.

Comment

News Feed