by

7 Cara Menghilangkan Rasa Malu dan Kecemasan Sosial

Banyak orang yang memiliki kepercayaan diri yang rendah sehingga membuat mereka sulit berinteraksi di depan umum. Jika kamu termasuk orang yang terlalu pemalu dan sedang mencari cara menghilangkan rasa malu kamu, silahkan lanjutkan membaca artikel ini. Ada beberapa strategi yang efektif untuk mengatasi rasa malu dan kecemasan sosial dan mendapatkan kepercayaan diri:

1. Bertindak dengan penuh percaya diri.

Keyakinan muncul melalui tindakan, pembelajaran, latihan, dan penguasaan. Ingat ketika Kamu belajar cara mengendarai sepeda? Awalnya memang menakutkan, tetapi setelah Kamu mencobanya dan mencobanya, Kamu bisa menguasainya dan merasa percaya diri. Kepercayaan sosial bekerja dengan cara yang sama.

Merasa cemas bukanlah masalahnya; menghindari interaksi sosial adalah masalahnya. Jangan coba menghindar dari kelemahan kamu di depan publik dan Kamu akan mengatasi kecemasan Kamu.

2. Berinteraksi.

Berpartisipasi dalam obrolan ringan di kasir dan berbicara dengan orang asing di bar, toko, acara olahraga, dan gym bisa menjadi bagia dari interaksi. Selain itu, dekati orang yang kamu sukai. Bicaralah padanya. Minta mereka untuk menari. Ajak dia berkencan.

Hidup ini singkat. Siapa yang peduli jika Kamu ditolak? Ada tujuh miliar orang di planet ini. Kamu tidak diharapkan menyukai atau disukai mereka semua. Manfaatkan kesempatan yang ada dan tempatkan diri Kamu di luar sana untuk bertemu orang-orang baru.

Baca juga artikel yang satu ini:

3. Cobalah hal-hal baru, bahkan jika itu membuat Kamu cemas.

Bergabunglah dengan klub, tim olahraga, atau kursus. Ambil proyek baru, ambil tugas yang sulit di tempat kerja, atau pelajari keterampilan baru. Lakukan sesuatu untuk keluar dari zona nyaman Kamu.

Salah satu cara menghilangkan rasa malu adalah dengan mengembangkan kepercayaan diri di beberapa bidang dalam kehidupan Kamu dan tidak membiarkan kecemasan, takut gagal, takut ditolak, atau takut dihina menghalangi. Dengan melakukan kegiatan baru, Kamu menghadapi ketakutan Kamu akan hal yang tidak diketahui dan belajar untuk menangani kecemasan itu dengan lebih efektif.

4. Bicara.

Mulailah berlatih memberikan pidato atau presentasi dan menceritakan lelucon atau cerita di setiap kesempatan. Lebih banyak bicara dan ekspresif dalam semua bidang kehidupan Kamu. Apakah Kamu sedang bekerja, dengan teman, dengan orang asing, atau saat sedang berjalan di tempat umum, Kamu dapat berlatih berbicara dengan lebih terbuka. Biarkan ide Kamu didengar.

Orang yang percaya diri tidak disibukkan dengan pikiran apakah semua orang akan menyukai apa yang dikatakannya. Mereka berbicara pikiran mereka karena mereka ingin berbagi, terlibat, dan terhubung dengan orang lain. Kamu juga bisa melakukan hal ini. Kecemasan dan rasa malu bukan alasan untuk tetap diam.

5. Jadilah diri kamu sendiri.

Ketakutan dihakimi berkontribusi pada kecemasan sosial dan rasa malu. Satu-satunya cara untuk mengatasi rasa takut ini adalah meaksa diri Kamu untuk menunjukkan pribadi asli kamu pada orang lain. Berlatihlah melakukan ini dengan orang-orang yang dekat dengan Kamu dan dapat dipercaya. Kamu mungkin menyadari semakin Kamu melakukannya, semakin dekat Kamu dengan orang lain dan semakin banyak kesenangan dan makna yang Kamu dapatkan dari hubungan itu. cara menghilangkan rasa malu ini akan mengarah pada peningkatan kepercayaan diri dan interaksi sosial.

Menjadi rentan membutuhkan kemauan untuk membiarkan orang lain melihat diri Kamu yang sebenarnya. Banggalah terhadap siapa dirimu. Menjadi diri sendiri sering kali merupakan kualitas yang paling dihargai orang lain tentang Kamu.

6. Berlatihlah menampilkan bahasa tubuh yang penuh percaya diri.

Lakukan kontak mata saat berbicara dengan seseorang. Berjalanlah dengan kepala tegak. Proyeksikan suara Kamu dengan jelas dan efektif. Bersalaman. Berikan pelukan. Tetap dekat dengan orang lain.

7. Penuh perhitungan.

Sifat penuh perhitungan telah didefinisikan hanya sebagai kewaspadaan. Cobalah untuk peduli dan peka pada semua pikiran, perasaan, sensasi, dan kenangan Kamu pada saat tertentu.  Kamu tidak perlu melarikan diri atau menghindar dari pengalaman kamu sendiri. Belajarlah untuk menghargai diri sendiri dan dunia di sekitar Kamu, termasuk pikiran dan perasaan “panik” itu, dan perhatikan saja tanpa menghakimi.

Ketika Kamu benar-benar memahami, Kamu akan menyadari bahwa interaksi sosial bukanlah sesuatu yang perlu Kamu hindari. Kamu akan tampil lebih baik karena Kamu benar-benar memperhatikan percakapan dan isyarat di lingkungan Kamu. Dengan latihan, Kamu dapat terus menggabungkan dan meningkatkan keterampilan sosial Kamu yang Kamu pelajari dari dunia di sekitar Kamu, pada akhirnya membuat Kamu merasa lebih percaya diri.

Comment

News Feed