by

Berita Selena Gomez Yang makin Gendut, Ini Penyebabnya

Beberapa hari terakhir berita Selena Gomez yang terlihat bertambah ukuran tubuhnya membuat publik bertanya-tanya apa penyebabnya. Setelah menanggapi berbagai komentar negatif mengenai perubahan tubuhnya, Selena Gomez mengungkapkan bahwa tubuhnya membesar karena penyakit lupus yang diidapnya.

Berita Selena Gomez yang semakin gendut ini membuatnya menerima banyak kritikan. Namun mantan Justin Bieber ini tidak ambil pusing. Dia bahkan meninggalkan aktivitas media sosialnya sejenak untuk menghindari “body shaming” yang diterimanya.

Kini Selena mencoba mengatasi masalahnya bersama keluarga dan teman-temannya. Bahkan dalam berita Selena Gomez yang beredar, ia mencoba untuk menyampaikan pesan bahwa begitu banyak wanita cantik dengan karakter yang menakjubkan. Namun hidup mereka hancur hanya karena mencoba untuk menjadi sosok yang yang mereka idam-idamkan.

Lalu seperti apakah penyakit ini? Lupus adalah penyakit autoimun sistemik yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ pengidapnya sendiri. Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat memengaruhi banyak sistem tubuh yang berbeda – termasuk persendian, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru.

Penyakit lupus dapat sulit didiagnosis karena tanda-tanda dan gejalanya sering meniru penyakit lain. Tanda lupus yang paling khas adalah ruam wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu yang membentang di kedua pipi. Namun gejala ini tidak terjadi pada semua orang yang mengidap penyakit ini.

Beberapa orang memiliki kecenderungan mengembangkan penyakit lupu. Gejala penyakit ini bisa dipicu oleh infeksi, obat-obatan tertentu atau bahkan sinar matahari. Meskipun tidak ada obat untuk penyakit, perawatan dapat membantu mengendalikan gejala penyakit lupus yang timbul.

Gejala penyakit lupus

Penyakit ini berbeda antara satu pengidap dengan lainnya. Tanda dan gejala penyakit lupus dapat muncul tiba-tiba atau berkembang perlahan, mungkin ringan atau berat, dan mungkin muncul sementara waktu atau menjadi permanen.

Kebanyakan orang dengan lupus memiliki penyakit ringan yang ditandai dengan demam, sakit sendi, ruam, atau sariawan. Gejala penyakit lupus dapat menjadi parah selama beberapa waktu kemudian kondisinya membaik atau bahkan menghilang dalam jangka waktu tertentu.

Tanda dan gejala penyakit lupus yang dialami pengidapnya bergantung pada sistem tubuh mana yang dipengaruhi oleh penyakit tersebut. Tanda dan gejala yang paling umum termasuk:

  • Kelelahan
  • Demam
  • Nyeri sendi, kaku dan pembengkakan
  • Ruam berbentuk kupu-kupu pada wajah yang menutupi pipi dan bagian atas hidung atau ruam di tempat lain pada tubuh
  • Lesi kulit yang muncul atau memburuk karena paparan sinar matahari (fotosensitifitas)
  • Jari dan jari kaki yang berubah menjadi putih atau biru ketika terpapar dingin atau saat mengalami stres (fenomena Raynaud)
  • Sesak napas
  • Sakit dada
  • Mata kering
  • Sakit kepala, kebingungan, dan kehilangan ingatan

Penyebab penyakit lupus

Penyakit lupus dapat diakibatkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan sehat lainnya. Kondisi ini biasa juga disebut dengan penyakit autoimun. Kemungkinan lupus berasal dari gabungan antara faktor genetika dan pengaruh lingkungan.

Tampaknya orang dengan kecenderungan bawaan mengidap penyakit lupus dapat terserang penyakit ini ketika mereka bersentuhan dengan sesuatu yang dapat memicu lupus. Beberapa pemicu potensial meliputi:

  • Sinar matahari. Paparan sinar matahari dapat menyebabkan lesi kulit atau memicu gejala penyakit pada organ dalam.
  • Infeksi. Infeksi dapat memicu munculnya gejala penyakit ini.
  • Obat-obatan. Lupus dapat dipicu oleh beberapa jenis obat tekanan darah rendah ataupun darah tinggi, obat anti-kejang dan antibiotik. Orang yang menderita lupus karena induksi obat biasanya menjadi lebih baik ketika mereka berhenti minum obat.

Faktor risiko

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko lupus termasuk:

  • Jenis kelamin. Penyakit lupus lebih sering terjadi pada wanita.
  • Usia. Meskipun lupus mempengaruhi orang-orang dari segala usia, penyakit ini paling sering didiagnosis pada orang antara usia 15 dan 45 tahun.

Komplikasi

Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat mempengaruhi banyak area tubuh, termasuk:

  • Ginjal. Lupus dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang serius, dan gagal ginjal adalah salah satu penyebab utama kematian pada pengidap lupus.
  • Otak dan sistem saraf pusat. Jika otak terkena lupus, pengidapnya mungkin mengalami sakit kepala, pusing, perubahan perilaku, masalah penglihatan, dan bahkan stroke atau kejang. Banyak orang dengan lupus mengalami masalah memori dan mungkin mengalami kesulitan mengungkapkan ide-ide di pikiran mereka.
  • Darah dan pembuluh darah. Lupus dapat menyebabkan masalah seperti anemia dan peningkatan risiko perdarahan atau pembekuan darah. Penyakit lupus juga dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah (vasculitis).
  • Paru-paru. Memiliki lupus meningkatkan kemungkinan mengalami radang selaput rongga dada (radang selaput dada), yang dapat membuat pernapasan terasa menyakitkan. Pendarahan ke paru-paru dan pneumonia juga mungkin terjadi.
  • Jantung. Lupus dapat menyebabkan radang otot jantung, arteri, atau membran jantung (perikarditis). Risiko penyakit kardiovaskular dan serangan jantung juga meningkat pesat.

Berita Selena Gomez ini tentunya membuat kita sadar bahwa seseorang yang mengidap penyakit lupus membutuhkan dukungan. Berikan dukunganmu kepada mereka yang sedang menghadapi masalah dengan penyakitnya.

Baca artikel lainnya:

Comment

News Feed