by

Kronologi Kasus Pelecehan Seksual Guru Ajak Murid Threesome Di Bali

Kronologi Kasus Pelecehan Seksual Guru Ajak Murid ThreesomeRentetan – Dunia Pendidikan di Indonesia kembali tercemar karena sebuah kasus pelecehan seksual yang terjadi dan dilakukan oleh oknum guru sebuah, dan hebatnya oknum guru tersebut adalah seorang wanita yang berprofesi di sebuah SMK.

Oknum guru yang berinisial SR (29) bersama dengan kekasihnya AW () diancam dengan hukuman polisi 15 tahun penjara karena kasus ini. Kejadian ini berawal dari sebuah kejadian dimana SR mengajak seorang siswi yang adalah muridnya sendiri dengan inisial V (16). Tentunya hal ini menjadi rapor buruk untuk Indonesia dengan berbagai kronologi kasus pelecehan seksual yang terjadi di Indonesia.

Kasus pelecehan seksual oknum guru ini bermula dari SR yang memiliki sebuah hubungan gelap dengan AW yang merupakan kekasih gelap yang ternyata sudah memiliki istri.

Hal yang tidak terpuji ini tentunya menjadikan sebuah trauma bagi V yang pastikan akan mendapatkan serangan psikologis bagi dirinya. Pihak keluarga V juga melaporkan kejadian ini ke kepolisian, sehingga akhirnya SR dan juga AW diamankan oleh pihak kepolisian.

Berikut ini adalah kronologi kasus pelecehan seksual guru yang mengajak siswi sendiri untuk melakukan hubungan badan bertiga.

Di Bujuk Oleh SR Yang Merupakan Guru Di Sekolahnya

AW yang merupakan pacar SR meminta untuk mencarikan perempuan lain untuk bisa berhubungan bertiga dengan dirinya. Namun, dilansir dari keterangan yang didapatkan dari pihak kepolisian SR sempat cekcok dengan pacarnya AW. Setelah terjadi cekcok akhirnya SR setuju dengan permintaan AW untuk mencarikan wanita lain.

Akhirnya SR membujuk V yang adalah seorang muridnya sendiri dimana. Menurut Kasat Reskrim Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto, kronologi kasus pelecehan seksual ini terjadi pada 26 Oktober 2019 yang lalu. Namun pihak keluarga sendiri masih belum mengetahui kejadian tersebut hingga Rabu 6 November 2019.

Setelah pihak keluarga mengetahui hal tersebut barulah mereka melaporkan kronologi kasus pelecehan seksual pada anak mereka yang dilakukan oleh SR dan juga AW. Vicky menjelaskan bahwa AW adalah orang yang meminta SR untuk dicarikan wanita untuk berhubungan bertiga dengannya.

SR kemudian mengiyakan dan juga menyanggupinya dan akan dicarikan satu di antara siswa yang diajar di salah satu SMK tempatnya mengajar.

Iming Iming Baju Dan Pulsa

Kasus pornografi ini diketahui dilakukan di sebuah kamar kos yang ada di Singaraja, Bali. Kamar kos tersebut adalah milik AW yang berada di daerah Jalan Sahadewa.

Kasubag Humas Polres Buleleng menyampaikan kepada media melalui Iptu I Gede Sumarjaya, V atau korban diajak dengan diiming – iming untuk dibelikan baju dan juga pulsa. Korban yang diajak gurunya sendiri tentunya tidak keberetan untuk ikut dengan SR.

Akhirnya korban ikut SR ke kos dan menurut diajak oleh gurunya tersebut.

Jalan Cerita Hubungan Badan Bertiga

Kronologi kasus pelecehan seksual bermula setelah sampai di kamar kos, ternyata sudah ada pacar dari SR yang juga tersangka AW yang sudah menunggu di dalam kamar kos tersebut. Setelah itu SR menyuruh korban untuk duduk di ranjang. Selanjutnya korban dipaksa untuk melihat adegan mesum yang dilakukan oleh gurunya SR dan AW. Hingga akhirnya korban dipaksa untuk bergabung dan melakukan hubungan badan bertiga dengan SR dan AW.

Korban yang mengaku trauma tentunya menjadikan kasus pelecehan seksual ini menjadi kasus yang sangat berat.

Kondisi Psikologis Korban

kronologi kasus pelecehan seksual

Komisi Perlindungan Anak dan Pegawasan Anak Daerah mengecam keras kejadian bejat tersangka ini. Tentunya karena kasus ini melibatkan anak dibawah umur. KPPAD Bali akan turun langsung untuk memantau kasus ini dan juga memberikan dukungan terhadap korban agar kondisi psikologis korban terjaga.

Selain itu juga mereka juga mengkritik Lembaga penghasil guru agar menanamkan karakter yang lebih baik agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Korban sudah diberikan pendampingan secara psikologi dan juga diberikan pemulihan pasca trauma yang dilakukan sesegera mungkin.

Tersangka SR dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 Jo Pasal 82 ayat 2 Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Sementara itu untuk atas kronologi kasus pelecehan seksual ini AW, dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 dan/atau 2 UU Nomor 35 tahun 2014. Ancaman hukuman mereka berdua paling lama 15 tahun penjara dengan denda Rp. 5 Miliar.

Baca Juga Artikel Lainnya:

Comment

News Feed