by

Berbuat Mesum, Kedua Remaja Padang Hampir Dihakimi Massa

Berita mengejutkan datang dari Kota Padang. Warga menangkap dua orang remaja yang berbuat mesum di sebuah rumah di Jundul Rawang pada Minggu (17/11) dini hari. Kedua bekas pelajar mesum tersebut masih berusia muda. GHJ masih berumur 19 tahun, sedangkan N baru saja beranjak 16 tahun.

Saat digerebek massa, keduanya hampir saja dihakimi. Untung saja petugas dari Satuan Pamong Praja Kota Padang datang untuk mengamankan keduanya. Kepala Satpol PP Padang, Al Amin mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan laporan tentang dua remaja yang berbuat mesum di daerah Jundul Rawang.

Warga merasa resah dengan kelakuan dari dua bekas pelajar mesum ini. Karena itu mereka berinisiatif untuk menggerebek lokasi yang digunakan keduanya untuk berbuat mesum. Kedauanya dibawa ke kantor Satpol PP Padang untuk dimintai keterangan.

Mantan pelajar yang berbuat mesum ini juga diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Bahkan orangtua keduanya dipanggil agar mereka mengetahui perbuatan yang telah dilakukan anak-anak mereka.

Al Amin juga memberikan himbauan agar pihak orangtua segera menikahkan kedua anak mereka. Hal ini untuk menghindari terjadinya kasus serupa kedepannya. Ia juga meminta agar para orangtua mengawasi pergaulan dari keduanya.

Jika mereka diawasi dengan baik, keduanya tidak akan terjebak dengan pergaulan yang justru bisa membuat mereka merugi. Apalagi jika mereka sering keluar malam hari. Hal ini biasanya dapat mengarah pada perbuatan yang tidak baik.

Kepala desa tewas setelah diduga akan berbuat mesum

Di tempat berbeda, seorang kepala desa tewas didalam mobilnya pada Sabtu (16/11). Kepala Desa Sugihan, Grobogan ini awalnya pergi bersama teman wanitanya yang berinisial DR berusia 44 tahun. Mereka bertemu di depan Rumah Sakit Purwodadi pada pagi hari, sekitar 09:00 WIB.

Kemudian mereka berdua pergi dengan mobil Kaswadi, sang kepala desa yang berumur 62 tahun, untuk keliling kota. Kendaraan benomor polisi H 8940 VO ini berhenti di Desa Ngraji, di lokasi yang cukup sepi.

Saat keduanya diduga hendak berbuat mesum, Kaswadi tiba-tiba merasa sakit dada dan nafasnya terlihat sesak. DR yang panik melihat kondisi Kaswadi kemudian meminta pertolongan warga sekitar. Namun ternyata Kaswadi sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

AKP Agus Supriyadi Siswanto, Kasat Reskrim Polres Grobogan mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan barang bukti dari lokasi kejadian. Beberapa barang bukti tersebut antara lain, celana dalam korban, uang jutaan rupiah, dan beberapa butir pil.

Hasil otopsi yang dilakukan pihak kepolisisan di Rumah Sakit dr Soedjati Purwodadi menunjukkan tidak adanya bukti kekerasan fisik pad tubuh korban. Bukti yang telah dikumpulkan mununjukkan dugaan kuat bahwa korban dan teman wanitanya bermaksud untuk berbuat mesum.

Pil yang dibawa korban yang mengalami serangan jantung ini masih diteliti apakah obat tersebut termasuk obat kuat. Jenazah korban telah dibawa oleh pihak keluarga pada hari Minggu (17/11) untuk dimakamkan.

Artikel lainnya:

Comment

News Feed