by

Kondisi Ria Irawan Kembali Memburuk, Ini Kondisinya Sekarang

Ria Irawan harus kembali menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Kesehatannya yang memburuk akibat kanker endometrium yang dideritanya membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit pada Senin (18/11) kemarin.

Kabar mengenai kondisi Ria Irawan yang kembali menurun terdengar hingga ke telinga sahabatnya, Tyo Pakusadewo. Ia mendapatkan kabar tersebut dari kakak Ria Irawan sendiri, Dewi Irawan. Namun aktor yang pernah bermain di film Sundel Bolong ini mengaku belum menjenguk Ria di rumah sakit.

Hal tersebut dikarenakan kondisi Ria Irawan yang masih belum membaik, sehingga pihak rumah sakit belum membolehkan orang lain selain anggota keluarga untuk menjenguknya. Namun, aktor senior lainnya yang juga dekat dengan Ria Irawan, Ray Sahetapy, justru sudah mengunjungi rumah sakit.

Hal ini diketahui dari postingan yang diunggahnya di laman Instagram miliknya. Ray juga memposting kondisi terakhir artis berusia 50 tahun ini dalam kunjungannya.  Tio sendiri meminta agar semua yang melihat postingannya untuk mendoakan agar kesehatan Ria Irawan kembali membaik.

Sebelumnya Ria Irawan telah menjalani pengobatan untuk kanker endometrium yang pertama kali terdioagnosa pada 2014. Proses penrawatan melalui kemoterapi dan pengobatan lainnya membuat artis pemeran dalam film Berbagi Suami ini membuatnya terpaksa harus kehilangan rambutnya.

Seperti apakah kanker endometrium itu?

Kanker endometrium, yang terkadang disebut sebagai kanker rahim, adalah kanker yang paling umum terjadi pada sistem reproduksi. Kanker ini berkembang di dalam rahim, meskipun sebagian besar kanker endometrium berkembang di kelenjar endometrium yang melapisi dinding bagian dalam rongga rahim, bukan di dinding otot rahim.

Meskipun kanker endometrium biasanya terjadi setelah menopause, namun kanker jenis ini juga dapat terjadi saat menopause dimulai. Pendarahan vagina yang tidak normal adalah gejala paling umum dari kanker rahim. Pendarahan ini pada awalnya mungkin terlihat seperti pendarahan biasa, namun jumlah darah yang keluar akan bertambah sering waktu. Karena itu, wanita yang mulai memasuki masa menopause jangan beranggapan bahwa kondisi pendarahan yang abnormal merupakan bagian dari menopause itu sendiri. Segera periksakan diri

Anda harus mengunjungi dokter jika memiliki gejala berikut:

  • Pendarahan atau keputihan vagina yang tidak biasa
  • Buang air kecil yang sulit atau menyakitkan
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Nyeri di daerah panggul

Jika Anda memiliki gejala yang menunjukkan kanker endometrium, dokter Anda dapat memeriksa tanda-tanda umum kesehatan Anda dan memesan tes darah dan urin . Dokter Anda juga dapat melakukan satu atau lebih ujian atau tes berikut:

  • Pemeriksaan bagian pelvis

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa kondisi vagina, rahim, kandung kemih, dan dubur wanita. Dokter akan memeriksa jika organ-organ ini terdapat benjolan atau perubahan bentuk atau ukurannya. Untuk melihat bagian atas vagina dan leher rahim, dokter memasukkan alat yang disebut spekulum ke dalam vagina.

  • Pap test

Untuk Pap test ini, dokter mengumpulkan sel-sel dari serviks dan vagina bagian atas. Laboratorium kemudian memeriksanya untuk menemukan apakah terdapat sel-sel abnormal dalam sampel tersebut. Meskipun Pap test dapat mendeteksi kanker serviks, sel-sel dari dalam rahim biasanya tidak muncul pada Pap test. Inilah sebabnya mengapa dokter mengumpulkan sampel sel dari dalam rahim dalam prosedur yang disebut biopsi.

  • Ultrasonografi Transvaginal

Proses ini dilakukan dengan memasukkan alat ke dalam vagina. Instrumen ini mengarahkan gelombang suara frekuensi tinggi ke rahim. Pola gema yang mereka hasilkan menciptakan gambar. Jika lapisan endometrium terlihat terlalu tebal, dokter dapat melakukan biopsi.

  • Biopsi

Untuk biopsi , dokter mengeluarkan sampel jaringan dari lapisan rahim.

Perawatan kanker endometrium

Ada beberapa cara untuk mengobati kanker endometrium, termasuk yang berikut ini.

  • Operasi

Kebanyakan wanita dengan kanker rahim menjalani operasi untuk mengangkat rahim melalui sayatan di perut. Prosedur ini disebut histerektomi. Jika dokter juga mengangkat tuba falopi dan ovarium, prosedur ini disebut salpingo-ooforektomi bilateral.

  • Terapi Hormon

Jika kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh, progestin sintetis, suatu bentuk hormon progesteron, dapat menghentikan pertumbuhannya. Progestin yang digunakan dalam mengobati kanker endometrium memiliki dosis yang berbeda dari progestin yang digunakan dalam terapi penggantian hormon untuk wanita menopause. Beberapa jenis obat lainnya juga dapat digunakan dalam proses terapi ini.

Pengobatan dengan progestin dapat menjadi pilihan bagi wanita dengan kanker endometrium tahap awal. Terapi hormon juga bisa digiunakan untuk para pengidap kanker jenis ini yang ingin memiliki anak sehingga tidak perlua menjalani operasi histerektomi. Namun, terapi ini masih terbilang baru dan tidak menjamin bahwa kanker tidak akan kembali.

  • Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya. Terapi ini merupakan jenis perawatan lokal. Jadi terapi dilakukan untuk menyerang sel-sel kanker di satu area. Radiasi dapat berasal dari mesin besar, yang disebut radiasi eksternal, atau dari bahan radioaktif yang ditempatkan langsung ke dalam rahim, yang disebut radiasi implan. Beberapa pasien menerima kedua jenis terapi radiasi.

Artikel menarik lainnya:

Comment

News Feed