by

Hepatitis A Menjangkiti Siswa Di Depok, 40 Korban Berjatuhan

40 orang siswa SMP di lingkungan kota Depok dikabarkan telah terjangkit Hepatitis A dalam kurun waktu satu minggu terakhir. Penyebab penyakit Hepatitis A hingga saat ini masih diselidiki pihak berwenang.

Muhammad Thamrin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk menangani masalah tersebut. Karena itu sekolah tidak diliburkan.

Penyakit Hepatitis A ini diketahui telah menjangkiti 20 siswa di SMP 20 Depok. Wabah ini baru saja diketahui pada 13 November lalu. Siswa yang tertular mengalami gejala lesu, lemah, pusing, dan juga letih.

Pihak yang berwenang masih belum mengetahui apakah penyebab Hepatitis ini diakibatkan oleh makanan atau dari masalah sanitasi.

Seperti apakah penyakit Hepatitis itu?

Hepatitis mengacu pada kondisi peradangan hati. Masalah kesehatan ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus, tetapi ada kemungkinan penyebab penyakit lainnya. Penyakit ini berbeda-beda tergantung dari jenis virusnya.

Tipe A

Penyakit tipe ini disebabkan oleh infeksi virus tipe A (HAV). Jenis hepatitis ini paling umum ditularkan dengan mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh tinja dari orang yang terinfeksi virus ini.

Tipe B

Hepatitis B menular melalui kontak dengan cairan tubuh seperti darah, air mani, atau cairan vagina yang mengandung virus ini. Penggunaan narkoba suntikan, berhubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi, atau berbagi pisau cukur dengan orang yang terinfeksi meningkatkan risiko terkena penyakit tipe ini.

Tipe C

Hepatitis C berasal dari virus tipe C (HCV). Penyakit ini menular lewat kontak langsung dengan cairan tubuh yang terjangkit virus ini. Penularan biasanya terjadi dalam proses penggunaan suntikan narkoba dan kontak seksual.

Tipe D

Juga disebut delta hepatitis, penyakit ini adalah penyakit hati serius yang disebabkan oleh virus jenis D (HDV). HDV menular melalui kontak langsung dengan darah yang terinfeksi. Penyakit ini adalah bentuk yang langka yang hanya terjadi bersamaan dengan infeksi tipe B. Virus jenis D bergantung pada virus B agar dapat berkembang biak.

Tipe E

Hepatitis E biasanya menyebar melalui air yang sudah terkontaminasi virus jenis E. Penyakit tipe E terutama ditemukan di daerah dengan sanitasi buruk.

Perawatan penyakit Hepatitis

Pilihan pengobatan ditentukan oleh jenis penyakit apa yang diidap dan apakah infeksi tersebut akut atau kronis.

Tipe A

Hepatitis A biasanya tidak memerlukan perawatan karena penyakit jenis ini termasuk penyakit jangka pendek. Disarankan bagi pasien untuk banyak istirahat di tempat tidur. Jika Anda mengalami muntah atau diare, ikuti perintah dokter Anda untuk mencegah dehidrasi dan terus dapatkan asupan nutrisi yang cukup.

Tipe B

Hepatitis B kronis diobati secara khusus dengan obat antivirus. Bentuk perawatan ini bisa mahal karena harus dilanjutkan selama beberapa bulan atau bahkan hingga bertahun-tahun. Perawatan untuk jenis penyakit kronis juga memerlukan evaluasi dan pemantauan medis secara teratur untuk memantau apakah pengobatan yang dilakukan berhasil.

Tipe C

Obat antivirus digunakan untuk mengobati baik bentuk hepatitis C akut maupun kronis. Orang yang mengembangkan penyakit kronis tipe ini biasanya diobati dengan kombinasi terapi obat antivirus. Mereka mungkin juga perlu pengujian lebih lanjut untuk menentukan bentuk pengobatan terbaik.

Orang yang mengembangkan sirosis (jaringan parut hati) atau penyakit hati kronis ini dapat menjadi kandidat untuk transplantasi hati. Saat ini, tidak ada vaksinasi untuk virus tipe ini.

Tipe D

Saat ini belum ada obat untuk mengatasi hepatitis D. Menurut Studi 2013, obat yang disebut alpha interferon dapat digunakan untuk mengobati hepatitis D, tetapi hanya menunjukkan peningkatan pada sekitar 25 hingga 30 persen orang.

Penyakit tipe ini dapat dicegah dengan mendapatkan vaksinasi untuk hepatitis B.

Tipe E

Hingga sekarang, penyakit tipeE ini tidak mendapatkan perawatan medis khusus. Karena infeksi sering akut, biasanya penyakit ini sembuh sendiri. Orang dengan jenis infeksi ini sering disarankan untuk mendapatkan istirahat yang cukup, minum banyak cairan, mendapatkan nutrisi yang cukup, dan menghindari alkohol. Namun, wanita hamil yang mengalami infeksi ini membutuhkan pemantauan dan perawatan yang cermat.

Artikel lainnya:

Comment

News Feed