by

Netizen Ngamuk Karena Dugaan Kasus Penusukan Supporter Indonesia

Netizen Ngamuk Karena Dugaan Kasus Penusukan Supporter IndonesiaRentetan – Pagi ini hari Jumat (22/11/2019), Netizen di beberapa sosial media seperti twitter menyerukan amukannya terhadap diduga kejadian pengeroyokan dan juga penusukan yang dilakukan terhadap supporter Indonesia seusai pertandingan antara timnas Indonesia vs Malaysia di stadion Abdul Jalil Malaysia beberapa hari yang lalu.

Tagar #GanyangMalaysia menjadi perbincangan yang sangat hangat dan diserukan oleh warganet di twitter karena hal dan kejadian tersebut. Para netizen ngamuk ini menyasar ke Menteri Olahraga Malaysia Sayed Siddiq.

https://twitter.com/ReyLeonard7/status/1197658783444455424

Netizen ngamuk dengan mengecam tindakan ini dan juga menuntuk permintaan maaf dari Menpora Malaysia seperti yang dilakukan oleh Menpora Indonesia pada kejadian yang lalu saat Malaysia bertandang ke Indonesia.

Sementara itu Menpora Malaysia Sayed Saddiq sendiri juga menjelaskan melalui akun twitter mereka mengenai kejadian ini. Menpora Malaysia ini menanggapi amukan netizen dengan cara membalas ke sebuah akun dengan menyebutkan bahwa dia sudah menyuruh supporter Indonesia yang dikeroyok untuk segera melaporkannya ke kepolisian Malaysia.

Netizen ngamuk juga menyebutkan dan menanggapi pernyataan Menteri Olaharga Malaysia dimana saat tim Malaysia menjadi korban juga menuntut permintaan maaf. Netizen juga menanggapi hal yang sama. Para warganet menuntut keras kejadian ini agar diusut secara tuntas.

Selain itu dilansir dari CNN, Siddiq juga mengaku sudah merespon kasus penusukan yang terjadi terhadap supporter Indonesia di Malaysia. Dia akan memastikan bahwa akan melakukan investigasi transparan guna mengusut kasus penusukan Warga Negara Indonesia.

Derbi Nusantara antara Malaysia vs Indonesia ini juga dilaporkan adanya beberapa kekerasan dari pihak KBRI. Kedutaan Besar RI untuk Malaysia mendapatkan beberapa laporan usai derbi panas ini. KBRI menyampaikan bahwa kejadian kekerasan dan pengeroyokan ini terjadi di Bukit Bintang usai pertandingan pada hari Senin (18/11/2019), malam sebelum pertandingan.

Sementara itu KBRI juga membenarkan video yang beredar di media sosial yang menyulut netizen ngamuk tersebut adalah benar adanya seorang WNI yang datang sehari sebelum pertandingan ke Malaysia. Hal ini disampaikan oleh Kepala Satgas Perlindungan WNI KBRI untuk Malaysia Yusron B Ambary.

Sementara itu PSSI mendesak pihak penyelenggara melakukan permintaan maaf baik melalui Federasi Sepakbola atau melalui Pemerintah Malaysia secara langsung. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua PSSI Cucu Soemantri seperti dilansir dari CNN Indonesia (22/11/2019).

Hal ini disampaikan Wakil Ketua PSSI yang sedang mendampingin Timnas Indonesia U-23 yang akan berlaga di SEA Games 2019 mendatang di Filipina. Ia juga menyampaikan kekecewaannya juga terhadap Malaysia, dan menuntut untuk mengusut serta menindak tegas para pelaku tindakan kekerasan yang terjadi di Malaysia usai derbi Malaysia vs Indonesia yang membuat Netizen ngamuk di beberapa media sosial.

Cucu juga menyampaikan dia sangat kecewa karena sebelumnya PSSI sudah bekerjasama dengan FAM dan pihak kepolisian Malaysia untuk menjamin keamanan Supporter Indonesia, namun kejadian ini masih bisa terjadi, sehingga Wakil Ketua PSSI ini menuntut permintaan maaf.

Sebelumnya, pertandingan yang digelar pada hari Selasa 19 November 2019 yang lalu ini juga cukup ramai supporter Indonesia yang datang. Dan sempat terjadi pelemparan kembang api yang akhirnya pelaku diamankan oleh pihak kepolisian Malaysia. Dalam pertandingan ini Indonesia menelan kekalahan dari Indonesia.

Seperti yang kita tahu bahwa Timnas Senior Indonesia sedang dalam keadaan kurang fit performanya karena kalah 5 kali berturut – turu di ajang kualifikasi piala dunia 2022 mendatang.

Selain itu PSSI juga sedang disibukkan dengan permasalahan calon pelatih Timnas yang baru dan sekarang ada lagi kasus kekerasan dan juga penusukan yang terjadi di Malaysia pada laga tersebut. Asosiasi Supporter Indonesia juga menuntut adanya sebuah wadah hukum bagi para supporter agar, situasi serupa tidak terjadi lagi.

Paguyuban Supporter Indonesia mendesak pelaku pengeroyokan dan penusukan agar segera ditangkap. Mereka mendesak PSSI dan Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Malaysia dan FAM untuk mengusut kasus ini secepatnya agar tidak melebar kesebuah kekacauan yang lebih besar.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:

Kondisi seperti ini tampak sangat memprihatinkan karena nama kedua negara akan sangat tercoreng dari dunia luar. Diharapkan kejadian serupa tidak pernah terjadi di antara kedua negara. Ucap Ketua Umum PTSI Ignatius Indro seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Comment

News Feed