by

Twitter Hashtag #BebaskanLuthfi Jadi Trending Topik, Ada Apa?

Hari ini muncul Twitter hashtag #BebaskanLuthfi yang menjadi trending topik. Hingga saat ini (27/11; 10:03 WIB), hashtag ini telah digunakan dalam 11.2K cuitan. Mungkin masih banyak yang tidak mengetahui siapakah siswa SMK bernama Lutfi ini dan apa yang terjadi padanya?

Bernama lengkap Lutfi Alfiandi, ia adalah seorang siswa SMK yang ikut serta dalam demo #ReformasiDikorupsi pada bulan September lalu. Lutfi ditangkap aparat kepolisian pada tanggal 30 September setelah video dirinya yang sedang memegang bendera Indonesia dianggap telah melecehkan lambang negara.

Pada awalnya Lutfi Alfiandi dianggap hilang selama 24 jam setelah aksi demo tersebut. Namun kemudian beredar kabar bahwa Lutfi telah ditangkap pihak Polres Jakarta Barat. Banyak warganet yang menyebutkan bahwa penangkapan Lutfi terkait dengan dugaan melecehkan bendera merah putih. Namun pihak kepolisian membantah hal tersebut.

AKBP Edi Suranta Sitepu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta, mengungkapkan bahwa penagkapan siswa SMK tersebut bukan karena dianggap melecehkan lambang negara, namun karena Lutfi ikut serta dalam demo tersebut.

Edi juga mengungkapkan bahwa Lutfi bukan anak SMK lagi. Saat demo terjadi Lutfi baru saja lulus. Banyak warganet yang menyangka pemuda ini siswa SMK karena ia menggunakan celana abu-abu saat melakukan demo.

Saat ini, berkas kasus Lutfi telah diterima Kejaksaan negeri Jakarta Pusat. Pihak kuasa hukum Lutfi Alfiandi, Sutra Dewi dari LBH Kobar (LBH Komite Barisan Advokasi Rakyat) mengungkapkan bahwa pelimpahan berkas telah dilakukan pada Senin (25/11) kemarin.

Pelimpahan berkas Lutfi ke Kejaksaan juga dibenarkan oleh AKBP Tahan Marpaung selaku Kasat Reskrim Polres Metro jakarta Pusat. Namun AKBP Tahan Marpaung sendiri belum mengetahui perkembangan dari kasus Lutfi di Kejaksaan.

Lutfi saat ini masih ditahan di Salemba setelah sebelumnya berada di Polres Jakarta barat. Ia dijerat dengan pasal 170, 212, 214, dan 218 KUHP dengan dugaan melawan petugas. Lutfi kini menunggu proses persidangan yang akan berlangsung pada awal Desember.

Pasal 170 KUHP menjelaskan bahwa setiap pelaku pemukulan yang melakukan tindak pidana secara terang-terangan diancam oleh 5 hingga 6 bulan penjara. Berdasarkan Masa tahanan pidana dapat bertambah hingga maksimal tujuh tahun jika pelaku dengan sengaja melakukan penghancuran barang-barang atau melakukan kekerasan yang menyebabkan luka.

Jika korban mengalami luka berat, maka hukuman dapat bertambah hingga sembilan tahun. Sedangkan apabila korban kehilangan nyawanya, maka hukuman maksimalnya lima belas tahun penjara.

Dalam pasal 212 KUHP disebutkan bahwa siapa saja yang yang melawan pejabat yang sedang bertugas dengan tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan akan mendapatkan hukuman pidana kurungan maksimal satu tahun dan empat bulan.

Sedangkan pasal 214 menyebutkan bahwa 2 orang atau lebih pelaku yang melanggar pasal 211 dan 212 dapat terancam pidana kurungan hingga 7 tahun. Masa kurungan bertambah menjadi delapan tahun enam bulan jika tindakan kekerasan tersebut menyebabkan luka.

Jika korban mengalami luka berat, masa huklman bertamah maksimal 12 tahun. Jika korban mati, hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Sedangkan pasal 218 menyebutkan siapa saja yang berkerumun dan tidak membubarkan diri setelah tiga kali diperintahkan pihak berwenang, mereka terancam hukluman penjara maksimal empat bulan dua minggu.

Sepertinya Twitter hashtag #BebaskanLuthfi harus terus digaungkan agar proses hukum Lutfi dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang baik. Anak SMK ini mungkin telah melanggar beberapa pasal, tapi dengan pengawasan dari seluruh masyarakat Indonesia, diharapkan proses hukumnya dapat berjalan secara transparan dan adil.

Banyak warganet yang mendukung tindakan yang dilakukan Lutfi untuk menyuarakan kritikmya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Namun Indonesia juga memiliki aturan hukum yang berlaku. Salah satu tugas yang harus dilakukan setiap warga negara adalah mematuhi aturan tersebut dengan baik. Jadi selain Twitter hahstag #BebaskanLuthfi, sepertinya kita harus membuat Twitter hashtag untuk peradilan yang jujur dan adil. Buktikan bahwa masyarakat Indonesia masih bisa menikmati keadilan yang merata dan bukan hanya tajam untuk kaum akar rumput tapi seolah hilang digdaya saat menghadapi golongan berdompet tebal.

Comment

News Feed