by

Goo Hara: Kematian Yang Menyinari Gelapnya Dunia Kpop

Kematian penyanyi dan aktris Korea Selatan, Goo Hara, yang mayatnya ditemukan di rumahnya di Seoul minggu ini, telah kembali menyoroti tekanan yang dihadapi para bintang, terutama perempuan, dalam industri kpop yang kejam dan juga dalam masyarakat Korea Selatan yang sangat konservatif.

Kematian Goo Hara yangusia 28 terjadi kurang dari dua bulan setelah kematian Choi Jin-ri, atau Sulli, bintang K-pop lainnya dan merupakan teman dekat Goo. Para ahli mengatakan Goo dan Choi mengalami pelecehan cyber dan pelecehan seksual dari publik dan juga media sepanjang karier mereka. Hal ini berdampak buruk pada kesehatan mental mereka.

Polisi mengatakan mereka masih menyelidiki kematian Goo dan menemukan sebuah catatan bernada pesimistis di rumahnya.

Goo Hara memulai debutnya pada 2008 sebagai bagian dari Kara, girl grup beranggotakan lima orang. Grup kpop ini meraih kepopulerannya dengan cepat sehingga membantu terbentuknya fenomena Kpop secara global.

Aktris Korea ini kemudian meluncurkan karier solo yang sukses di Korea Selatan dan Jepang. Sulli memulai karirnya hampir bersamaan dengan Goo. ia memulai debutnya sebagai anggota girl band f (x) pada tahun 2009. Dia juga memiliki beberapa peran akting setelah meninggalkan karier sebagai penyanyi Korea.

Kabar mengenai Goo Hara menjadi berita utama ketika dia membawa mantan pacarnya, Choi Jong-bum, ke pengadilan tahun lalu. Choi mengaku telah diserang olehnya, sementara Goo menuduhnya melakukan ancaman akan menyebarkan video seksnya.

Selama perselisihan Goo Hara dan mantan pacarnya, pihak agensi Goo tidak memperpanjang kontraknya. Pengadilan menghukum Choi satu setengah tahun penjara dengan tuduhan pemaksaan, penyerangan, dan pemerasan. Namun hukuman penjara ditangguhkan sehingga Choi masih bisa berkeliaran dengan bebas. Choi mengajukan banding dan persidangan masih berlangsung.

Industri Kpop sangat kompetitif, dengan puluhan grup memulai debutnya setiap tahun. Para pakar industri telah lama memperingatkan tentang sisi gelap dari industri yang penuh skandal. Banyak artis muda dengan cita-cita tinggi berlatih selama bertahun-tahun sebelum memulai debut mereka.

Sayangnya tidak semua bisa mewujudkan impiannya. Hanya sedikit yang sukses secara komersial. Kesuksesan ini biasanya hanya dapat diraih jikabekerjasama dengan beberapa agensi hiburan top di Korea Selatan.

Industri ini dikenal memiliki aturan ketat untuk bintang-bintang mereka, seperti larangan berkencan, latihan keras, dan juga diet ketat. Terkadang mereka juga mendapat kontrak yang tidak adil dan memperlakukan mereka seperti budak. Para ahli mengatakan industri ini memiliki aturan tambahan untuk akrtis Korea wanita. Aturan ini mencerminkan masyarakat patriarki di Korea Selatan.

Park Hee-A, seorang jurnalis Kpop dan penulis “Wawancara dengan Bintang K-pop,” mengatakan bintang-bintang wanita terikat oleh aturan sosial feminitas yang kaku. Beberapa anggota grup kpop wanita dikucilkan karena tidak tersenyum di acara televisi. Hal ini karena feminisme bertentangan dengan masyarakat patriarki Korea Selatan yang didominasi pria.

Seorang wanita diharapkan dapat menjaga kemurnian dan kesucian mereka di Korea Selatan. Goo Hara sendiri harus menerima berbagai komentar kebencian dan juga berita di media tentang video seksnya. Padahal dia yang menjadi korban.

Tae-Sung Yeum, seorang psikiater di Gwanghwamun Forest Psychiatric Clinic, mengungkapkan bahwa topik mengenai seks adalah hal yang tabu di Korea Selatan dibandingkan dengan negara-negara barat. Ada standar moral yang tinggi yang diperlukan, terutama untuk selebriti wanita, karena Korea Selatan adalah masyarakat patriarki.

Sulli, teman lama Goo, juga menjadi berita utama yang menonjolkan sisi ageisme dan feminisme. Dia dikritik karena mengenakan kemeja tanpa bra, memanggil rekan pria yang lebih tua dengan nama depan mereka dan secara terbuka mendukung feminisme.

Yeum mengatakan sulit bagi bintang K-pop untuk mencari bantuan profesional untuk mengobati depresinya. Hal ini karena banyak orang di Korea Selatan percaya bahwa gangguan kejiwaan dapat diobati hanya dengan kehendak seseorang. Banyaknya kasus bunuh diri dalam industri ini berasal dari para aktris Korea yang masuk kedalam sistem yang tingkat kompetisinya sangat tinggi. Tidak jarang mereka harus menghadapi kondisi ini di usia yang masih belia.

Ketika Sulli ditemukan tewas di rumahnya di Seongnam, Goo Hara mengucapkan selamat tinggal kepada temannya dalam sebuah video siaran langsung. “Aku akan hidup lebih rajin untukmu,” seru Goo sambil meminta maaf karena tidak bisa hadir di pemakamannya.

Dua hari sebelum kematian Goo, dia mengunggah foto selfie terakhir di Instagram-nya dengan tulisan, “Selamat malam.”

Baca juga:

Comment

News Feed