by

Belajar seni melipat kertas Dari Bapak Origami, Akira Yoshizawa

Akira Yoshizawa (14 Maret 1911 – 14 Maret 2005) adalah seorang ahli origami Jepang yang dianggap sebagai grandmaster origami. Dia dikenal karena dapat meningkatkan seni melipat kertas dari sebuah kerajinan menjadi seni yang hidup.

Menurut perkiraannya sendiri, ia menciptakan lebih dari 50.000 model sejak tahun 1989, yang hanya beberapa ratus desain yang disajikan sebagai diagram dalam 18 bukunya. Yoshizawa bertindak sebagai duta budaya internasional untuk Jepang sepanjang karirnya. Pada tahun 1983, Kaisar Hirohito memberinya penghargaan Ordo Matahari Terbit kelas 5, salah satu penghargaan tertinggi yang dianugerahkan di Jepang.

Yoshizawa lahir pada 14 Maret 1911, di Kaminokawa, Jepang, dari keluarga peternak sapi perah. Ketika dia masih kecil, dia senang belajar origami. Dia kemudian bekerja di pabrik di Tokyo ketika dia berusia 13 tahun. Semangatnya pada origami muncul kembali di awal usia 20-an, ketika ia dipromosikan dari pekerja pabrik menjadi juru gambar teknis. Pekerjaan barunya adalah mengajar geometri karyawan junior. Yoshizawa menggunakan seni origami tradisional untuk memahami dan mengomunikasikan masalah geometri.

Pada tahun 1937 ia meninggalkan pekerjaan pabrik untuk mengejar origami penuh waktu. Selama 20 tahun berikutnya, ia hidup dalam kemiskinan total, mencari nafkah dengan menjual tsukudani dari pintu ke pintu (bumbu Jepang yang diawetkan yang biasanya terbuat dari rumput laut). Selama Perang Dunia II, Akira Yoshizawa bertugas di korps medis tentara di Hong Kong. Dia membuat model origami untuk menghibur para pasien yang sakit, tetapi akhirnya jatuh sakit sendiri dan dikirim kembali ke Jepang. Karya seni melipat kertasnya cukup kreatif untuk dimasukkan dalam buku Origami Shuko 1944, karya Isao Honda. Namun, karyanya untuk edisi 1952 majalah Asahi Graph-lah yang meluncurkan karirnya, yang meliputi 12 tanda zodiak yang ditugaskan oleh sebuah majalah.

Pada tahun 1954 monograf pertamanya, Atarashii Origami Geijutsu (Seni Origami Baru) diterbitkan. Dalam karya ini ia mendirikan sistem notasi Yoshizawa-Randlett untuk lipatan origami (sistem simbol, panah, dan diagram), yang telah menjadi standar bagi sebagian besar pecinta seni melipat kertas ini. Penerbitan buku ini membantu Yoshizawa keluar dari kemiskinannya. Ia kemudian menjadi pendiri International Origami Center di Tokyo pada tahun 1954, ketika ia berusia 43 tahun.

Pameran luar negerinya yang pertama diselenggarakan pada tahun 1955 dengan bantuan Gershon Legman, seorang pemain terkemuka di tahun-tahun awal gerakan origami. Pameran ini diadakan di Museum Stedelijk di Amsterdam. Felix Tikotin, seorang pedagang Belanda, bertindak sebagai penghubung.

Yoshizawa meminjamkan banyak model origami sendiri ke pameran lain di seluruh dunia. Dia tidak akan pernah menjual figur origami-nya, tetapi memberikannya sebagai hadiah kepada orang-orang, dan membiarkan kelompok dan organisasi lain meminjamnya untuk dipamerkan.

Istri keduanya, Kiyo Yoshizawa, menjabat sebagai manajernya dan mengajar seni melipat kertas kepada pasien lain sampai kematiannya dari pneumonia pada ulang tahunnya yang ke-94.

Meskipun Akira Yoshizawa memelopori banyak teknik origami yang berbeda, melipat basah adalah salah satu kontribusinya yang paling signifikan. Teknik ini melibatkan sedikit meredam kertas sebelum membuat lipatan. Pelipatan basah memungkinkan kertas dimanipulasi lebih mudah, menghasilkan model origami jadi yang memiliki tampilan lebih bulat dan lebih terpahat. Kemampuan untuk menciptakan origami dengan penampilan yang lebih realistis adalah kemajuan penting dalam seni melipat kertas, karena mengambil model dari ranah kerajinan sederhana dan menuju ekspresi artistik sejati.

Wet-folding paling sering digunakan dengan kertas lebih tebal; kertas origami normal sangat tipis dan karenanya mudah sobek saat menggunakan teknik pelipatan basah. Yoshizawa percaya proses itu adalah bagian terpenting. Dia diketahui mengatakan bahwa, “Ketika Anda melipat, ritual dan tindakan penciptaan lebih penting daripada hasil akhir. Ketika tangan Anda sibuk, hati Anda tenang”.

Pada Maret 1998, Yoshizawa diundang untuk memamerkan origami-nya di Carrousel du Louvre. Meskipun sebelumnya ia tidak menyukai orang-orang didekatnya, tapi ia tidak menentang pengambilan fotonya. Banyak desainnya telah diambil oleh saingan profesionalnya, yang membuat Yoshizawa marah ketika dia masih muda. Namun, seiring bertambahnya usia, ia menemukan bahwa ia sekarang menikmati kebersamaan dengan teman-temannya.

Akira Yoshizawa meninggal pada 14 Maret 2005 di sebuah rumah sakit di Itabashi Ward, Tokyo karena komplikasi pneumonia pada ulang tahunnya yang ke-94.  Selama hidupnya, ia telah membuat buku tentang origami, antara lain:

  • Atarashii Origami Geijutsu , Origami Geijutsu-Sha 1954
  • Origami Reader I , Ryokuchi-Sha 1957
  • Dokuhon, Vol.1 (Origami Tokuhon), 1973,
  • Sosaku Origami ( Origami Kreatif), Nippon Hoso Kyokai 1984,
  • Dokuhon, Vol.2 (Origami Tokuhon), 1986
  • Origami Dokuhon II (Pembaca Origami II), Kamakura Shobo 1986

Baca juga artikel menarik lainnya:

Comment

News Feed