by

Iwan Setiawan Yang Kecanduan Game Online Ternyata Hoax

Beberapa hari terakhir jagad maya dihebohkan dengan kisah Iwan Setiawan yang dikabarkan mengalami gangguan jiwa dan mata juling karena kecanduan game online. Ternyata cerita ini tidak benar.

Dalam video tersebut terlihat sosok yang disangka Iwan Setiawan. Matanya terlihat juling dan tangannya terus bergerak-gerak seolah-olah sedang bermain game online. Ternyata video tentang seorang pria yang kecanduan game online ini hanyalah hoax belaka.

Video yang diunggah ravenanandio ini sebenarnya merupakan video yang dibuat dengan menggunakan filter Instagram Shuffle Eye. Menanggapi hal ini, revan langsung memberikan konfirmasi mengenai hal ini.

ravenanandio mengungkapkan agar masyarakat tidak langsung menelan informasi yangditerimanya mentah-mentah. Ia juga berharap agar masyarakat tidak terlalu serius menanggapi video yang dibuatnya.

Namun apakah kecanduan game online bisa menyebabkan hal-hal seperti yang publik sangkakapn terhadap video Iwan Setiawan tersebut? Meskipun game telah ada selama hampir 50 tahun, studi tentang bahaya kecanduan game, apalagi kecanduan game online masih dalam tahap awal.

Organisasi Kesehatan Dunia menambahkan “gangguan permainan” ke buku rujukan medisnya versi 2018, International Classification of Diseases. Tetapi dalam panduan Asosiasi Psikiatri Amerika, DSM-5, kecanduan seperti ini tidak tercantum sebagai sebuah gangguan.

Tanda kecanduan game online dan offline

DSM-5 memberikan panduan untuk membantu mengenali masalah kecanduan ini, baik kecanduan game online maupun offline.

Berikut adalah beberapa tanda yang harus diperhatikan. Namun mereka yang kemungkinnannya mengidap masalah kecanduan game online atau offline ini harus memiliki lima atu lebih tanda dalm waktu setidaknya satu tahun:

  • Selalu berpikir tentang bermain game sepanjang waktu
  • Merasa tidak enak saat tidak bisa bermain game
  • Perlu menghabiskan lebih banyak waktu bermain game untuk merasa baik
  • Tidak bisa berhenti atau bahkan mengurangi waktu bermain
  • Tidak ingin melakukan hal-hal lain yang dulu Anda sukai
  • Mengalami masalah di tempat kerja, sekolah, atau di rumah karena permainan Anda
  • Bermain game terus meskipun menyadari bahwa Anda sedang mengalami gejala kecanduan game online ataupun offline
  • Berbohong kepada orang-orang yang dekat dengan Anda tentang berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk bermain game
  • Menggunakan game untuk mengatasi mood dan perasaan buruk

Tentu saja, tidak semua orang yang bermain banyak game memiliki masalah seperti ini. Beberapa ahli mengatakan jangan sembarangan menganggap seseorang yang berantusias dengan game sebagai orang yang kecanduan.Hanya 1-9% saja orang yang kemungkinan mengidap kecanduan game seperti ini.

Beberapa pertanyaan berikut ini mungkin bisa menentukan apakah game menjadi penghalang dalam hidup Anda. Apakah bermain game menghalangi hubungan percintaan, pekerjaan, atau pendidikan Anda?

Sangat sulit untuk mengenali masalah yang terjadi pada diri sendiri. Lamanya waktu yang Anda habiskan untuk bermain game mungkin terlihat wajar untuk Anda, tapi mungkin tidak bagi orang-orang terdekat Anda. Jika mereka menganggap Anda terlalu lama bermain game, mungkin Anda harus membatasi waktu bermain Anda.

Jika Anda orangtua yang khawatir dengan banyak waktu yang dihabiskan anak Anda untuk bermain game, coba perhatikan prestasinya di sekolah. Memiliki nilai dan prestasi yang baik di sekolah serta memiliki hubungan baik dengan orangtua dapat menjadi tanda bahwa kebiasaan anak bermain game bukan masalah yang harus dikhawatirkan.

Menghindari kecanduan game online/offline

Untuk membatasi berapa lama waktu yang dihabiskan untuk bermain game, baik pada anak-anak maupun orang dewasa, cobalah cara-cara ini:

  • Tentukan batas waktu untuk bermain game
  • Jangan simpan gawai di dalam kamar agar Anda atau anak Anda tidak memainkan ponselnya hingga larut malam.
  • Lakukan berbagai kegiatan setiap hari, termasuk berolahraga. Cara ini bisa mengurangi resiko terganggunya kesehatan karena duduk atau bermain game terlalu lama.

Tidak ada yang tahu apakah jenis permainan tertentu lebih cenderung mengarah pada masalah permainan. Untuk saat ini, pastikan anak Anda hanya bermain game yang sesuai dengan usianya. Walau kisah Iwan Setiawan hanyalah hoax, tapi kita masih bisa menarik pelajaran bahwa melakukan sesuatu secara berlebihan bisa memberikan efek negatif pada diri sendiri.

Baca juga:

Comment

News Feed