by

Dilan Dan Milea Kembali Hadir Di Layar Kaca Februari Nanti

Musisi dan penulis yang berbasis di Bandung, Pidi Baiq, menjadi pusat perhatian pada tahun 2015, berkat dua novel Dilan terlarisnya yang berpusat pada kisah cinta remaja Dilan dan Milea pada 1990-an. Apalagi setelah kedua novelnya tersebut diangkat ke layar kaca, namanya kian terkenal. Kini, novel lainnya juga kembali diadaptasi menjadi sebuah film Milea Suara Dari Dilan.

Film Dilan dan Milea terbaru ini rencananya akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada 13 Februari nanti. Film Milea Suara Dari Dilan ini juga akan menjadi film terakhir dari trilogi novel karya Pidi Baiq ini.

Film ini juga sepertinya akan mampu mendongkrak kesuksesan seperti film sebelumnya. Film Dilan 1990 yang telah ditonton oleh lebih dari enam juta penonton. Sekuel film ini, Dilan 1991, juga tidak kalah sukses dengan terjualnya tiket hingga lima juta lembar.

Dalam film terbarunya, Pidi menggambarkan Dilan dan Milea dengan mengikuti garis waktu yang sama dari novel-novel sebelumnya. Namun kisah dalam film Milea Suara Dari Dilan ini diceritakan dari sudut pandang Dilan, seorang anak sekolah yang pemberontak dan sering bertengkar dengan Milea tentang keterlibatannya dengan geng motor.

Film Milea Suara Dari Dilan ini menceritakan kelanjutan kisah antara Dilan dan Milea yang sudah resmi berpacaran pada 22 Desember 1990. Namun Dilan terancam dikeluarkan dari sekolah karena perkelahiannya dengan Anhar yang sudah menampar Milea.

Dilan juga sepertinya semakin jauh terjerumus dalam dunia geng motor sehingga ia seringkali terlibat perkelahian. Melihat keadaan Dilan ini, Milea mengkhawatirkan masa depannya.Milea merasa bahwa ia memiliki hak untuk melarang Dilan terlibat dalam geng motor.

Suatu hari, Dilan diserang oleh orang tak dikenal. Ketika dia tahu siapa yang melakukannya, Dilan berencana membalas dendam. Milea akhirnya meminta Dilan untuk berhenti dari geng motor atau hubungan mereka berakhir.

Dilan yang menjadi pimpinan dari geng motornya kini harus menghadapi pilihan yang sulit. Di tengah-tengah semua masalah ini, Yugo, putra sepupu jauh ayah Milea yang baru saja kembali dari Belgia bertemu Milea. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Yugo menyukai Milea. Tapi sayangnya, Milea hanya mencintai Dilan.

Sejauh ini, film Dilan dan Milea ini mengikuti kisah yang mirip dengan novelnya. Bertempat di Bandung di Jawa Barat pada awal 1990-an, novel ini mengikuti Dilan dan Milea dari pertemuan mereka dan hubungan mereka yang kacau hingga akhirnya putus.

Dalam novelnya sendiri Pidi memberikan momen berbeda yang dapat memancing emosi pembacanya di setiap bab novel ini, mulai dari momen romantis yang ceria hingga pertarungan jalanan yang menegangkan. Lebih penting lagi, Pidi mengungkapkan perasaan Dilan yang sebenarnya,  yang sering membingungkan Milea dengan tindakannya yang tampaknya tidak terduga.

Pada bab-bab awal, Dilan menceritakan kesan pertamanya tentang Milea. “Jika saya boleh berpendapat, bukanlah penampilannya yang membuat saya tertarik, tapi saya lebi suka dengan dengan kepribadiannya yang menyenangkan,” kata Dilan.

Novel ini juga menceritakan kehidupan Dilan sebagai putra seorang prajurit dan kepala sekolah, dan juga pasang surut persahabatannya dengan siswa yang juga pemberontak, Anhar. Dan seiring berjalannya cerita, pembaca akan merasakan bahwa Dilan tumbuh secara emosional.

Setelah Dilan berkelahi dengan Anhar, ia mengungkapkan bahwa berkelahi itu tidak menyenangkan, apalagi jika harus berhadapan dengan teman baiknya. Dia juga berkata bahwa dirinya hanyalah seorang pelajar pemarah yang tidak tahu bagaimana menahan emosinya dan juga terlibat dalam sebuah perkelahian.

Di sisi lain, novel ini menangkap kepercayaan dan kedewasaan Dilan ketika Milea, yang akrab dipanggil Lia, didekati oleh gurunya Kang Adi. Menanggapi hal ini, Dilan hanya berkomentar bahwa Lia memang punya cerita tentang Kang Adi. Itu sama sekali bukan masalah baginya. Dilan memang pacar Lia, tapi ia merasa tidak punya hak untuk mengontrol dengan siapa dia berbicara atau berteman.

Sama seperti banyak pasangan muda, hubungan Dilan dan Milea berakhir. Namun, ceritanya tidak berakhir di situ. Ketika mereka berpisah, Dilan sering masih mendapati dirinya mengenang kembali waktunya bersama Milea.

Dilan melanjutkan kuliah di sebuah universitas di Bandung dan melakukan magang di Jakarta, yang akhirnya membawanya bertemu Milea lagi. Singkatnya, Milea: Suara dari Dilan adalah bacaan yang menyenangkan bagi pembaca remaja, atau siapa pun yang ingin menghidupkan kembali ingatan mereka akan romansa sekolah menengah.

Jadi sebelum menonton filmnya nanti, kamu bisa membaca novelnya dulu untuk mengetahui kisah Dilan dan Milea versi novelnya. Tapi jika kamu tipe yang tidak suka mengetahui jalan cerita sebuah film sebelum menontonnya, sebaiknya bersabar saja hingga film Milea Suara Dari Dilan ini tayang di bioskop.

Baca juga artikel selanjutnya:

Comment

News Feed