by

Puasa Sunnah Dan Keutamaannya

Berpuasa memiliki beragam keuntungan bagi mereka yang menjalnkannya. Selain puasa wajib dilakukan bagi umat muslim di bulan Ramadhan, ada berbagai puasa sunnah yang biasa dilakukan umat muslim seperti puasa sunnah Ayyamul Bidh, puasa Senin Kamis, dan masih banyak lagi.

1. Puasa Senin Kamis

Puasa sunnah ini adalah puasa yang sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW secara rutin (istiqomah). Faedah utama yang didapatkan dari puasa Senin Kamis ini adalah kita bisa melakukan ibadah saat catatan amalan kita ditunjukkan ke hadapan Allah SWT.

Seperti sabda Rasulullah SAW, “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa” (HR.Abu Hurairah).

Untuk menjalankan puasa Senin Kamis ini, tatacaranya sama dengan ibadah puasa Ramadhan. Dianjurkan bagi Anda yang ingin menjalankan puasa ini untuk sahur terlebih dahulu sebelum berpuasa dan menyegerakan berbuka.Niat bisa dilakukan dalam hati saja.

2. Puasa Daud

Seperti namanya, ibadah puasa sunnah ini dilakukan oleh Nabi Daud AS. Beliau melakukan puasa pada satu hari dan keesokan harinya tidak berpuasa. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun di sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari” (HR Bukhari).

3. Puasa Arafah

Setiap tanggal 9 Dzulhijjah biasa dilakukan puasa Arafah. Keutamaan puasa sunnah ini adalah bagi mereka yang menjalankannya akan dihapuskan dosanya setahun sebelumnya dan setahun kedepan. Puasa Arafah juga biasanya dilanjutkan dengan puasa Asyura, yang dilakukan keesokan harinya. Puasa Arafah biasanya dilakukan oleh umat muslim yang tidak  sedang melakukan ibadah Haji.

4. Puasa sunnah Ayyamul Bidh

Puasa sunnah ini dilakukan di setiap pertengahan bulan hijriyah, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriyah. Khusus untuk bulan Dzulhijjah, puasa sunnah Ayyamul Bidh tidak dilakukan pada tanggal 13 karena hari tersebut termasuk hari Tasyrik.

Puasa ini juga biasa disebut dengan puasa putih karena pda tanggal tersebut, bulan sedang dalam kondisi purnama. Bulan purnama biasanya menjadi saat dimana nafsu makan sulit dikendalikan. Jadi dengan melakukan puasa sunnah Ayyamul Bidh ini, Anda akan melatih diri untuk mengontrol nafsu makan Anda.

Untuk melakukan puasa ini, Anda bisa melakukannya deng berniat “Nawaitu Sauma Ayyamal Bidh Sunnatan Lillahi Ta’ala”, artinya “Saya berniat puasa pada hari-hari puasa putih, sunnah karena Allah Ta’ala”.

Jika Anda melaksanakan puasa sunnah Ayyamul Bidh ini, keutamaan yang Anda dapatkan adalah mendapatkan pahala puasa layaknya setahun penuh, jika Anda melakukannya setiap bulan. Di bulan Desember 2019 ini, Anda bisa melaksanakan puasa Ayyamul Bidh pada 10-12 Desember.

5. Puasa 6 hari di bulan Syawal

Setelah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, Anda bisa melanjutkannya dengan puasa  enam hari di bulan Syawal. Anda tidak perlu melakukannya secara berturut-turut.

6. Puasa di bulan Sya’ban

Sya’ban adalah bulan sebelum Ramadhan tiba. Dengan melakukan puasa sunnah di bulan ini, kita bisa melatih diri sebelum memasuki Ramadhan. Bahkan Rasulullah SAW biasa menggabungkan puasa sunnah di bulan ini agar beliau bisa memasuki bulan Ramadham dengan sempurna.

Dari berbagai hikmah berpuasa sunnah seperti yang telah disebutkan diatas, dengan melakukan puasa sunnah, kita berusaha untuk lebih mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Semakin sering ibadah sunnah yang kita lakukan, semakin bertambah pula derajat keimanan kita.

Selain itu, kita juga mendapatkan berbagai manfaat kesehatan, seperti:

  • Membersihkan racun dari tubuh
  • Memberikan organ pencernaan waktu untuk istirahat
  • Menurunkan tekanan darah
  • Menurunkan tingkat kolesterol
  • Menenangkan jiwa
  • Lebih mampu mengontrol keinginan
  • Melatih rasa empati pada sesama
  • Menciptakan rasa solidaritas dengan mereka yang kurang beruntung

Dengan menjalankan puasa sunnah, kita akan merasa lebih tenang beribadah dan juga ikhlas untuk menjalaninya. Semakin kita mampu menahan hawa nafsu kita, semakin jauh diri dari sikap takabur dan juga riya.

Baca juga:

Comment

News Feed