by

Imperfect: Belajar Mengatasi Body Shamming Dari Ernest Prakasa

Film terbaru Ernest Prakasa berjudul Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan sudah tayang hari ini (19/12) di seluruh bioskop Indonesia. Film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata tentang body shamming yang dialami oleh sang istri tercinta, Meira Anastasia.

Berawal dari unggahan Meira di akun Instagram miliknya, Meira mengumpulkan seluruh materi tersebut dan membukukannya. Ia memberi judul bukunya tersebut Imperfect: A Journey to Self-Acceptance.

Seperti yang tersirat dalam judul bukunya, film ini mengisahkan mengenai body shamming yang dialami seseorang. Body shamming merupakan salah satu bentu bullying atau intimidasi terhadap seseorang mengenai kondisi fisiknya.

Namun ternyata film Ernest Prakasa ini tidak memiliki jalan cerita yang sama dengan buku yang ditulis istrinya tersebut. Walau berbeda, namun pesan yang disampaikan masih sam, yaitu mencoba untuk menerima keadaan diri sendiri dan mencintainya sepenuh hati.

Film Imperfect karya Ernest Prakasa ini mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Rara (diperankan oleh Jesicca Milla) yang memiliki bentuk tubuh yang berbeda dengan perempuan lain seusianya. Banyak orang yang mengejek keadaan fisiknya, namun ia justru tidak pernah mempedulikannya karena sudah terbiasa mendengarnya sejak ia masih kecil.

Untungnya Rara memiliki seorang kekasih yang mau menerima dia apa adanya, Dika (yang diperankan oleh Reza Rahadian). Reza menganggap bahwa Rara memiliki kecantikan dari hatinya yang mengalahkan penampilan fisiknya.

Namun keadaan tersebut harus berubah saat atasan Rara (dipernakan oleh Dion Wiyoko) meminta Rara untuk mengubah penampilannya jika ia ingin dipromosikan ke posisi manajer.  Bertekad untuk mendapatkan promosi tersebut, Rara kemudian mulai berusaha untuk merubah penampilannya seperti gadis-gadis model yang sering muncul di televisi.

Sayangnya, apa yang dilakukan Rara justru membuatnya dijauhi orang-orang terdekatnya. Tanpa sadar, Rara justru berubah menjadi sosok yang dulu sering mengolok-oloknya. Bagaimana cara Rara untuk mengembalikan keadaan seperti sedia kala? Tonton saja langsung film Imperfect karya Ernest Prakasa ini.

Sekilas tentang body shamming dan cara mengatasiya

Seperti yang telah disebutkan diatas, body shamming adalah suatu tindakan mempermalukan kondisi fisik seseorang. Hal ini bisa terjadi dalam tiga kondisi:

  • Mempermalukan diri sendiri dengan membandingkannya dengan orang lain
  • Mengkritik penampilan seseorang dihadapannya langsung
  • Membicarakan penampilan penampilan seseorang dibelakangnya.

Seperti apapun tindakan yang dilakukan, body shamming dapat berakibat fatal terhadap kesehatan mental sang korban. Tekanan yang sangat besar bisa saja memaksa korba melakukan tindakan ekstrim, bahkan mungkin saja dapat memaksanya untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Pelaku body shamming harus belajar untuk memiliki empati terhadap mereka yang menjadi korban dari perlakuan ini. Tapi jika kamu adalah korban atau mungkin sering melakukan tindakan yang tidak baik ini, kamu bisa melakukan hal berikut:

  • Berlatihlah mengidentifikasi mengapa kamu kesal dengan suatu situasi. Misalnya, tidak mungkin Kamu marah pada seorang teman karena dia tidak bisa menemanimu. Mungkin saja terjadi miskomunikasi atau merasa tidak bisa menerima penolakan. Berlatihlah memikirkannya, dan pada akhirnya, ucapkanlah secara verbal. Perlahan kamu bisa belajar menerima keadaan tersebut
  • Identifikasi siapa dalam hidup Kamu yang percaya diri dengan kondisi fisiknya. Cobalah dekati orang-orang yang yang mau menerima kedaan dirinya atau mereka yang tidak pernah mengomentari penampilan orang lain. Menghabiskan waktu dengan orang-orang dengan perilaku positif ini bisa sangat membantu saat Kamu berjuang dengan rasa malu terhadap tubuh Kamu sendiri, dan membantu Kamu melihat diri sendiri dan orang lain lebih positif.
  • Hadapi mereka yang melakukan body shamming. Setelah Kamu bisa menerima diri kamu sendiri, Kamu mungkin memperhatikan seberapa sering teman, keluarga, atau rekan kerja Kamu melakukannya. Bicaralah pada mereka. Diskusikan mengapa tindakan body shamming yang mereka lakukan membuat kamu tidak nyamandan jelaskan bahwa tindakan mereka tersebut juga pada akhirnya bisa menyakiti mereka sendiri.
  • Temukan sesuatu Yang Kamu sukai dari tubuh Kamu. Walau kamu harus berjuang untuk menerima keadaan fisik kamu, alangkah baiknya jika kamu bisa menemukan sesuatu di diri kamu yang benar-benar kamu sukai.

JANGAN LEWATKAN ARTIKEL INI JUGA:

Comment

News Feed