by

Hindari Hipotermia Dengan Cara Ini Musim Hujan Melanda

Beberapa hari terakhir, beberapa daerah di Indonesia telah mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Bahkan banjir melanda tempat-tempat tersebut. Di Jakarta, setidaknya ada sembilan orang yang menjadi korban dari bencana banjir tersebut. Bahkan tiga diantaranya menginggal karena terserang hipotermia.

Serangan hipotermia seringkali terjadi saat suhu tubuh menurun drastis karena kondisi lingkungan. Hal ini biasanya terjadi karena tubuh tidak dapat menghasilkan hawa panas yang lebih cepat daripada penurunan suhu tubuh.

Salah satu penyebab utama dari kondisi ini adalah air. Mereka yang wilayahnya terkena dampak banjir harus menjalani hari sambil terendam. Hal ini tentunya membuat tubuh sulit untuk mempertahankan panas tubuhnya.

Perlu diketahui bahwa air dapat menghilangkan panas tubuh 25% lebih cepat daripada udara. Jika tubuh mulai terekspos air dalam waktu yang lama, maka tubuh akan mengalami syok. Kondisi ini seringkali  mengarah pada kematian.

Kondisi medis tertentu seperti diabetes dan kondisi tiroid, beberapa jenis obat, trauma parah, atau menggunakan obat-obatan atau alkohol dapat meningkatkan risiko hipotermia.

Apabila tubuh tiba-tiba menjadi dingin, otot akan terasa lumpuh seketika. Hal ini akan membuat Anda kesulitan bernapas. Jika tubuh selamat dari serangan syok, hipotermia adalah bahaya berikutnya yang harus dihadapi.

Hipotermia adalah penurunan suhu tubuh di bawah normal (37 ° C ) yang dihasilkan dari paparan air dingin yang berkepanjangan. Tanda dan gejala dari tiga tahap hipotermia yang berbeda adalah:

  • Tahap pertama: menggigil, sirkulasi darah berkurang;
  • Tahap kedua: denyut nadi lambat, lemah, pernapasan lambat, kurangnya koordinasi, lekas marah, kebingungan dan merasa sangat mengantuk;
  • Tahap lanjut: pernapasan dan denyut nadi lambat, lemah atau tidak ada. Orang yang terkena hipotermia pada tahap ini mungkin dapat kehilangan kesadaran.

Orang yang berisiko tinggi mengalami hipotermia meliputi:

  • Lansia, bayi, dan anak-anak tanpa pemanas, pakaian, atau makanan yang memadai
  • Orang dengan penyakit mental
  • Orang-orang yang berada di luar ruangan untuk waktu yang lama
  • Orang-orang di cuaca dingin yang penilaiannya terganggu oleh alkohol atau narkoba

Hipotermia adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang membutuhkan perhatian medis darurat. Jika perawatan medis tidak segera tersedia:

  • Lepaskan pakaian basah, topi, sarung tangan, sepatu, dan kaus kaki.
  • Lindungi tubuh dari angin, atau apapun yang dapat membuat tubuh kehilangan panas lebih lanjut dengan pakaian hangat dan kering.
  • Pindahkan korban ke tempat yang hangat dan kering sesegera mungkin.
  • Mulailah menghangatkan kembali orang tersebut dengan pakaian ekstra. Gunakan selimut hangat. Pastikan untuk menghangatkan area tubuh korban seperti tubuh, ketiak, leher, dan selangkangan.
  • Ukur suhu tubuhnya jika tersedia termometer.
  • Berikan minuman hangat, tetapi hindari alkohol dan kafein, yang mempercepat tubuh kehilangan panas. Jangan mencoba memberikan minum kepada orang yang tidak sadar.

Jika orang yang mengalami hipotermia dalam keadaan tidak sadar, atau tidak memiliki denyut nadi atau tanda-tanda bahwa pernapasannya terhenti, segera panggil bantuan darurat. CPR (resusitasi kardiopulmoner) harus diberikan segera jika denyut nadi tidak dapat dirasakan dan tidak ada tanda-tanda pernapasan. Rasakan denyut nadi hingga satu menit penuh sebelum memulai CPR, karena denyut jantung mungkin sangat lambat dan Anda tidak boleh memulai CPR jika ada detak jantung.

Comment

News Feed