by

Duka Indonesia, Gus Sholah ‘Adik Gus Dur’ Tutup Usia Malam Tadi

Rentetan.com – Senin, (03/02/20), H Salahuddin Wahid atau yang biasa disapa dengan sebutan Gus Sholah, adik dari presiden Indonesia ke-4 yakni Gus Dur, meninggal dunia pada Minggu, (02/02/20). Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Bidang Pendidikan PB Nahdlatul Ulama, Dr Hanif Saha Ghafur. Gus Sholah dikabarkan meninggal sekitar pukul 20.55 WIB.

Gus Sholah meninggal dalam usia 77 tahun. Ia meninggalkan satu orang istri dan tiga orang anak.

“Informasinya tadi meninggal dunia pukul 20.55 WIB di Rumah Sakit Harapan Kita,” berikut sebagaimana yang disampaikan oleh Hanif.

Berita duka tersebut juga kemudian diketahui dari cuitan anak dari Gus Sholah dalam akun twitter pribadinya yakni @ipangwahid.

Gus Sholah baru saja wafat, pada pukl 20.55 WIB,” tulis Irfan Wahid.

Selanjutnya Ipang Wahid juga meminta doa untuk ayahanda tercintanya tersebut.

Mohon dimaafkan seluruh kesalahan. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu…,” tulisnya lagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari putra Gus Sholah tersebut, diketahui bahwa sang Ayah sudah dirawat di rumah sakit sejak seminggu yang lalu. Lalu pada Jumat, (31/01) Gus Sholah menjalani operasi terkait terdapatnya masalah pada selaput jantungnya.

Sejak operasi bedah jantung tersebut, Dr Hanif Saha Ghafur juga mengungkapkan bahwa kondisi tokoh ulama pemersatu dalam NU tersebut terus mengalami penurunan, tuturnya pada Sabtu, (01/02).

“Jadi sedang dalam pemulihan, tetapi kondisinya terus menurun,” terang dia.

Gus Sholah merupakan pengasuh dari Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur. Ia juga dikenal sebagai salah satu tokoh ulama NU yang berpengaruh. Ia lahir di Jombang, 11 September 1942.

Sebelumnya, Ipang Wahid juga sempat mengabarkan kondisi ayahnya sudah kritis hingga minggu siang,

“Jumat kemarin Bapak drop banget,” ucapnya. Sang ayah pada dua minggu sebelumnya juga mengeluh mengenai ritme jantung yang dirasa tidak beraturan. Akibat keluhan tersebut, sempat dilakukan tindakan ablasi pada ayahandanya tersebut. Ablasi merupakan semacam kateter yang fungsinya untuk mengsolasi elektromagnetik liar di jantung.

Pemakaman tokoh yang semasa hidupnya berkarir di dunia politik, hingga arsitek ini, akan dilakukan di Ponpes Tebu Ireng, sebagaimana tradisi dalam keluarganya. Jenazah Salahudin Wahid juga akan dibawa ke ponpes.

Informasi dari rumah duka di Jalan Bangka Raya, Mampang, Jakarta Selatan, pada Senin, (03/02), jenazah Gus Sholah akan dibawa ke ponpes dengan menggunakan pesawat dari Bandara Halim Perdana Kusuma. Sekitar pukul 08.25 pagi tadi jenazah Gus Sholah sudah diangkut ke mobil ambulans untuk dibawa ke bandara.

Sebelum berangka ke Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, sang putra Irfan Wahid kemudian menyampaikan pidato pelepasan jenazah yang berisikan ucapan terimakasih atas banyaknya doa yang ditujukan pada ayahnya.

“Jujur kami senang sekali begitu banyak antusiasme orang yang hadir di sini untuk mendoakan almarhum Ayah,” tutur Irfan.

Irfan bersyukur dan menghargai bagaimana antusiasnya masyarakat untuk turut serta datang ke rumah duka dan mendoakan ayahnya. Ia juga bedoa agar amal ibadah almarmum diterima di  sisi Allah SWT.

“Kerja keras keikhlasan integritas tinggi semoga bisa kita contoh menjadi pelajaran bersama, terima kasih yang telah hadir di sini mendoakan kepada kita, mendoakan semoga Gus Sholah ke depannya akan jadi sesuatu yang indah bagi beliau, dilapangkan kuburnya, bertemu sang Khalik, berjumpa dengan sang Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya panjang.

Irfan juga mengatakan perihal utang yang dimiliki ayahnya. Jika ada pihak yang merasa utangnya belum terbayarkan, diharapkan untuk segera menghubungi keluarga. Tak lupa, ia juga mengutarakan permintaan maaf mewakili almarhunya Ayahnya, jikalau sang Ayah selama ini banyak berbuat salah.

“Saya kira itu aja, doa dipimpin Hidayat Nur Wahid. Kalau ada apapun urusan-urusan bisa menghubungi saya, terima kasih. Mohon maaf jika Ayah kami pernah membuat apapun yang membuat Bapak Ibu semua tidak enak. Assalamualaikum,” urainya.

Berikut agenda dari prosesi pemakaman Gus Sholah hari ini, SEnin (03/02):

08.30 WIB jenazah Gus Sholah dan keluarga akan menuju bandara Halim Perdana Kusuma.

09.30 WIB rombongan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma.

10.00 WIB terbang menggunakan Batik Air (Special Flight).

11.30 WIB rombongan tiba di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur.

12.00 WIB perjalanan menuju Pondok Pesantren Tebuireng.

14.00 WIB tiba di Pondok Pesantren Tebuireng dan kemudian disemayamkan di Masjid Pondok Pesantren.

16.00 WIB prosesi pemakaman jenazah Gus Sholah.

 

 

Comment

News Feed