by

Virus Corona Bisa Menular Melalui Tinja? Disinfeksi Toilet Perlu dilakukan

Rentetan.com – Senin, (03/02/20), Tak hanya melalui batuk dan bersin, Virus Corona juga disebut bisa menular melalui tinja. Hal tersebut berkaitan dengan penemuan baru para ilmuwan China di Shenzei, yang mendeteksi adanya virus corona dalam tinja atau feses dari sejumlah pasien terinfeksi.

Berdasarkan beberapa hasil tes pada pasien terinfeksi tersebut virus tak hanya terdeteksi dari partikel batuk dan bersin saja, tetapi juga dari sampel tinja pasien. Oleh karena itu, virus corona sangat memungkinkan dapat menular melalui feses yang terkontaminasi. Sebagaimana dilansir dari Third People’s Hospital.

Sebelum sebuah jurnal berjudul New England Journal of Medicine memaparkan bahwa virus corona terdeteksi dari pasien pertama di Amerika yang terpapar Virus Corona. Virus Corona asal wuhan tersebut diketahui terdeteksi dari sample feses seorang pasien berusia 35 tahun.  Pasien tersebut dirawat di Providence Regional Medical Center Everett, Washington. Dengan begitu, temuan baru ilmuwan China itu mendukung teori yang sebelumnya sudah dikeluarkan oleh jurnal tersebut.

“Temuan itu menambah pengetahuan tentang ini (virus corona novel),” kata Scott Lindquist, ahli epidemiologi di Departemen Kesehatan Washington, dilansir Bloomberg. “Virus tidak hanya diekskresikan dalam cairan pernapasan, tapi juga diekskresikan dalam fesesmu,” jelasnya kemudian.

Sebelumnya otoritas kesehatan mengira cara utama penyebaran virus ini melalui transmisi dan kontak pernapasan.  Salah satunya juga bisa terjadi saat menyentuh wajah pasien penderita virus ini. Namun, ditemukannya Rona coronavirus 2019 atau RNA (molekul yang membawa kode genetik pada beberapa virus), mengindikasikan bahwa penyakit tersebut dapat hidup dalam kotoran.

Komisi Kesehatan Shenzen menyatakan pendapat tersebut pada Sabtu, (01/02) dilansir dari South China Morning Post. Selain Amerika dan Shenzen, wilayah pusat persebaran virus yakni Wuhan juga menemukan hal serupa. Beberapa ilmuwan kemudian membeberkan kemungkinan memang ada jika virus tersebut dapat ditularkan melalui kotoran.

Di Wuhan, para peneliti di Laboratorium Shi Zhengli di Institut Virologi Wuhan, yang dikelola oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Cina, menemukan asam nukleat dalam sampel tinja dan cairan anal dari sejumlah pasien pneumonia virus corona di kota tersebut. Kesimpulan dari para ilmuwan tersebut menyebutkan benar bahwa penularan penyakit corona virus ini dapat terjadi melalui feses atau yang disebut feses oral. Pengertian feses oral sendiri adalah penyakit yang ditularkan melalui feses atau mulut melalui makanan dan minuman.

Oleh karena itu para ilmuwan juga mengimbau kepada para dokter juga memperhatikan pencernaan dari pasien yang terinfeksi virus yang penyebarannya bermula dari Wuhan ini.

“Dokter, terutama ahli pencernaan, harus memperhatikan dengan benar gejala pneumonia yang disebabkan oleh infeksi virus corona,” jelas mereka.

“Dan mengambil perlindungan pribadi terhadap muntahan dan kotoran pasien terinfeksi,” kata mereka lagi menegaskan.

Pernyataan ini terkait penularan Corona Virus Novel  dengan feses oral ini juga dibenarkan oleh seorang profesor bernama Zhang Qiwei yang berasal dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Kedokteran Selatan, yang menyatakan sangat mungkin bahwa kotoran pasien mengadung virus hidup, meskipun yang ditemukan adalah RNA.

“Setelah memasuki usus dan berkembang biak, kemudian dapat dikeluarkan dan bersentuhan dengan tangan seseorang,” ucap Profesor tersebut. Ia juga menjelaskan bagaimana sifat kotoran yang dapat menguap saat dibilas oleh toilet. Sehingga justru dapat membahayakan orang-orang yang ada di ruangan  itu.

“Sekarang desinfeksi toilet mungkin ada dalam agenda, ” imbuhnya lagi. “Toilet yang digunakan oleh pasien dengan pneumonia coronavirus atau pasien yang dicurigai perlu didesinfeksi secara menyeluruh serta toilet harus diventilasi,” tandas Zhang.

Temuan baru ini bukanlah hal yang mengejutkan bagi para ilmuwan. Baik yang sedang mempelajari Novel Corona Virus atau yang dahulunya pernah menagani wabah SARS yang terjai pada 2002-2003 silam. Saat itu diketahui 10-20 persen pasien SARS mengidap diare. Keterangan dari Fang Li, profesor di Minnesota University, SARS dan Corona  ini mengikat reseptor protein yang sama dalam tubuh pasien., khususnya pada paru-paru dan usus. Oleh karena itu, dua organ ini menjadi target utama virus.

 

 

 

 

 

 

 

Comment

News Feed