by

Gubernur Kaltim Akan Hentikan Pembangun Ibu Kota Negara Baru Jika Rusak Hutan

Rentetan.com – Selasa, (04/02/01), Isran Noor selaku Gubernur Kalimantan Timur menyatakan bahwa dirinya sendiri yang akan bertindak menghentikan pembangunan ibu kota negara baru,  jika ternyata dapat merusak hutan.

Komitmen tersebut disampaikannya dalam limate and Land Use Alliance (CLUA) di Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda, pada Senin, (03/02) kemarin.

“Saya akan hentikan sendiri kalau merusak hutan,” tuturnya.

Menurutnya, selama ini dalam berbagai kesempatan Kaltim telah menegaskan bahwa provinsi ini telah berkomitmen untuk tetap menjaga lingkungan dalam deklarasi internasional. Ia memaparkan, menjaga lingkungan itu penting. Hal tersebut sangat berkaitan dengan kelangsungan hidup masyarakat Kaltim.

Isran pun menambahkan, “Lebih baik tidak ada ibu kota negara baru di Kaltim jika merusak hutan Kaltim,”

Seperti yang sudah diberitakan, Jokowi telah menunjuk Kalimatan Timur (Kaltim) sebagai ibu kota negara baru. Oleh karenanya, saat ini di wilayah Kaltim sedang dilakukan berbagai bentuk pembangunan. Terdapat dua lokasi kecamatan yang dipilih Jokowi untuk dibangun menjadi pusat pemertintah Indonesia ini, yakni Paser Penajam Utara (PPU) serta Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara. Namun, faktanya kedua wilayah tersebut bersisian dengan Hutan Lindung Sungai Wain seluas 9.782 hektar dan hutan konservasi  Bukti Soeharto seluas 67.776 hektar.

Kedua hutan tersebut dinilai menjadi paru-paru oksigen sekaligus penyangga kehidupan bagi para warga yang hidup di beberapa kota di wilayah sekitarnya.  Seperti Balikpapan, Samarinda, Kutai Kertanegara, PPU serta kabupaten lainnya. Sementara itu, dalam rencana pembangunan ibu kota negara baru tersebut, disebutkan akan ada 40.000 hektar lahan yang digunakan sebagai kawasan induk dari ibu kota negara tersebut.

Comment

News Feed