by

1 WNI di Singapura Positif Virus Corona, Meski Tak Pernah Berpergian ke China

Rentetan.com – Rabu, (05/02/20), Seorang WNI di Singapura dinyatakan positif terjangkit virus corona. Ia diduga tertular virus ini dari sang majikan yang diperkirakan sudah terlebih dahulu terpapar.

Singapura mengumumkan, kasus positif virus corona di negaranya sudah bertambah menjadi 24 orang. dimana salah satunya adalah seorang WNI yang bekerja sebagai PRT. Dilansir dari Channel News Asia, Selasa (03/02/20), majikan WNI ini merupakan pasien ke-19 yang menunjukkan gejala pada Minggu, (02/02/20). Sementara itu, WNI yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) ini merupakan penderita virus corona ke-21.

WNI perempuan berusia 44 tahun tersebut diketahui memang tidak punya riwayat pergi ke Cina. Selama ini justru dia hanya berada di dalam rumah.

“Dia merupakan perempuan 44 tahun asal Indonesia yang tidak punya riwayat perjalanan ke China,” berikut menurut keterangan pihak terkait.

Tenaga kerja wanita asal Indonesia ini, baru dilarikan ke rumah sakit pada keesokaan harinya (03/02/20). Majikan WNI ini sendri, diketahui telah mengeluhkan menderita deman hingga sakit tenggorokan, sejak tanggal 29 Januari lalu. Saat itu ia sudah sempat ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Tan Tock Seng dan melakukan pemeriksaan sinar X, namun hasilnya menunjukkan bahwa ia tidak menderita sakit pneumonia.

Setelah itu majikan ini pun pulang dan memutuskan beristirahat di rumah dari tanggal 31 Januari hingga pada hari Minggu, (02/02). Pada hari minggu itu ia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Singapura (SGH) bersama dengan WNI ini. Si majikan diketahui juga tidak punya riwayat berpergian ke China. Namun diketahui si majikan ini bekerja di sebuah toko kelontong bernama Yong Thai Hang. Toko ini diketahui sebagai toko yang seringkali mendapat kunjungan dari pelanggan yang berasal dari negeri tirai bambu itu, sebagaimana yang dilaporkan oleh Channel News Asia.

Terkait kasus WNI di Singapura ini Minister Counsellor KBRI Singapura Ratna Lestari Harjana mengaku telah mendapatkan pemberitahuan secara lisan dari Kementerian Kesehatan Singapura (MOH). Selanjutnya, KBRI Singapura akan terus bekerja sama dengan pihak-pihak terlibat untuk dapat terus memantau kondisi dari WNI yang sudah positif menderita virus corona ini.

Ratna juga memberikan peringatan kepada seluruh WNI yang ada di Singapura untuk tetap waspada, menjaga kesehatan dan kebersihan, serta memperhatikan imbauan yang diberikan oleh MOH.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Singapura (MoH), WNI berjenis kelamin wanita dinyatakan positif mengidap virus corona pada Selasa, (04/01/20) siang, setelah sebelumnya disarankan untuk mengunjungi Singapore General Hospital (SGH), Senin (3/2/2020).

“WNI ini merupakan pekerja asing yang bekerja pada seorang perempuan warga negara Singapura. Sebelumnya, ia dilaporkan sempat bersentuhan dengan majikannya yang juga dinyatakan positif terkena virus corona,” berikut keterangan resmi dari laman MOH, Selasa malam.

Terkait hal tersebut, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya juga memberikan pernyataanya. I Gede membenarkan ada empat wanita yang sebelumnya dinyatakan positif terkena virus corona. Dimana satu di antaranya merupakan seorang WNI.

“Jadi dari kasus ini memang sekarang di Singapura telah ditemukan beberapa yang teridentifikasi positif yang tidak memiliki sejarah bepergian ke China,” ungkap I Gede.

“Tetapi memang warga kita yang sekarang ini kebetulan majikannya yang teridentifikasi positif.” Terangnya lagi. “Majikannya ini yang berinteraksi dengan warga China yang berkunjung ke Singapura,”.

I Gede kemudian berbicara soal penularan virus corona yang tetap bisa saja terjadi, meskipun orag tersebut tak punya riwayat berpergian ke China.

“Jadi ini yang saya kira menjadi perhatian dan kita juga sampaikan.” Imbuhnya. “Tidak hanya yang pernah berkunjung ke China tetapi juga yang memiliki interaksi secara dekat (dengan orang yang lebih dulu terpapar virus corona),”

I Gede juga memuji langkah cepat yang dilakukan oleh Singapura ini.  “Ini yang dilakukan oleh pemerintah Singapura juga apabila ada satu orang yang teridentifikasi positif.” Ketika ada satu orang yang terinfeksi, Pemerintah Singapura langsung bergegas mengidentifikasi dengan siapa saja pasien tersebut sebelumnya berinteraksi secara intensif. Kemudian yang bersangkutan akan dicek positif atau tidaknya terpapar viru corona.

“Jadi betul-betul penanganan yang sangat detail yang dilakukan pada Pemerintah Singapura,” tutur I Gede.

WNI yang kini sudah postif terinfeksi tersebut, I Gede katakana sudah dalam perawatan intensif di Singapura. WNItersebut kini tengah diisolasi.  “Karena kan kita tahu belum ada vaksinnya, jadi kita pastikan yang bersangkutan terus diawasi secara rutin,” tandasnya. I Gede tentunya berharap, WNI yang positif virus corona tersebut bisa sembuh.

Sementara itu, sampai ini jumlah korban meninggal akibat terpapar virus corona semakin bertambah. Dikutip dari thewuhanvirus.com, hingga Rabu (5/2/2020) pada pukul 07.05, virus yang penyebaran pertamanya dimulai dari Kota Wuhan, China ini. Kini telah menewaskan 492 orang.

 

 

Comment

News Feed