by

Foto Tara Basro Tanpa Busana Hilang, Kominfo Sebut Bukan Mereka Pelakunya

Rentetan.com – Kamis, (05/03/20), Tara Basro sempat mengunggah tanpa busa atau tanpa sehelai benang pun di tubuhnya, yang diperlihatkan dari tampak samping pada Rabu, (04/03). Foto tersebut ia bagikan melalui akun twitter pribadinya @TaraBasro.

Pada foto tersebut Tara membagikan padangannya soal perempuan yang seharusnya bisa lebih mencintai dirinya sendiri, termasuk dengan segala kekurangan yang ada pada tubuh. Dengan membubuhkan keterangan foto “Coba percaya sama diri sendiri,”.

Namun, unggahan tersebut mendadak menghilang di akun twitternya alias sudah dihapus.

Foto tersebut ternyata menjadi kontroversi di kalangan masyarakat. Kominfo menyebutkan, Tara Basro bisa dikenakan pasal dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE

Pasal 27 Ayat 1, “Pasal tersebut berisi Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”

“Dalam foto yang ia unggah di Twitter menurut kami menampilkan ketelanjangan menyalahi pasal 27 ayat 1,” kata Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Ferdinand Setu.

Meskipun begitu, ia sebenarnya mendukung positif saja gerakan Tara Basro dalam upaya dirinya melawan body shaming serta memberikan ajakan Self Love.

“Tapi kemudian kontennya tadi yang melanggar UU ITE,” kata Ferdinand.

Meskipun unggahan tersebut dianggap menyalahi Pasal 27 ayat 1 tersebut, Keminfo mengaku belum sempat menurunkan foto tersebut (take down). Namun, saat ini foto tersebut sudah tidak dapat lagi diakses di akun twitter Tara Basro.

Hal ini bisa berarti foto tersebut di-report oleh warganet atau pemilik akunnya sendiri yang menurunkan foto terkait.

“Bukan Kominfo loh ya, bisa jadi report dari publik. Atau bisa jadi Foto Tara Basro-nya sendiri yang take down,”

“Kami apresiasi langkah Tara untuk take down fotonya sebelum kami hubungi,” imbuh Ferdinand.

Ferdinand mengungkapkan kemnali, pihaknya ini sangat setuju dengan pesan positif yang coba disampaikan Tara Basro. Karena memang selama ini media sosial seakan menjadi wadah baru baru bagi mereka yang senang melakukan ‘bullying’ dan body shaming.

Apalagi Tara Basro adalah seorang public figure. Sehingga banyaknya pengikut akun media sosial aktris tersebut, akan mampu mengundang lebih banyak orang untuk belajar mengenai bagaiman ‘self-love’.

“Tapi, catatan kami tetap sesuai dengan koridor tidak asal unggah, misalkan pakai baju renang di kolam renang, pakai baju olahraga saat di tempat gym dan sejenisnya,”

Ferdinand juga menjelaskan penertiban konten pornografi memang sedang terus dilakukan. Pihakmya akan memberlakukan penindakan tegas bagi siapapun yang memuat konten pornografi, tak terkecuali siapapun pengunggahnya. Sampai saat Kominfo sendiri, disebutnya sudah menindak lebih dari satu juta konten poronografi berbasis situs web atau akun media sosial selama 10 tahun terakhir.

“(Sebanyak) 1,8 juta yang sudah diblokir, 1,2 juta itu website, 600 ribu itu medsos. Dari situ, 90% konten pornografi dalam 10 tahun terakhir ini. Jadi tidak melihat ini Tara Basro atau bukan, yang kita lakukan upaya take down,” tandasnya.

Sebelumnya, pada Rabu (04/03) warganet sudah ramai-ramai memburu Kominfo hingga menjadi trending topic di twitter lantaran tak setuju dengan Kominfo yang menganggap foto Tara Basro menyalahi UU ITE.

Warganet ramai-ramai membela pemain film Perempuan Tanah Jahanam ini. Mereka ramai-ramai memberikan pembelaan terhadap Tara Basro. Hingga hari ini, namanya pun masih menjadi perbincangan. Banyak yang pro, tapi ada juga yang kontra. Warganet mengungkapkan pendapatnya masing.

Salah satunya seperti yang dikatakan oleh musisi sekaligus penulis novel @FiersaBesari,

“Tara Basro cuma pengin bilang bahwa enggak apa-apa untuk jadi manusia yang enggak sempurna. Setidaknya, itu yang saya tangkap. Membawa hal tersebut ke arah pornografi adalah bentuk kekakuan sistem yang cuma bisa melihat tubuh sebagai objek semata,”.

Ada juga yang menyinggung, soal pronografi yang cepat ditangani Kominfo. Sementara sms spam, penipuan, dan lainnya susah untuk dituntaskan.

Comment

News Feed