by

IHSG 1 Maret 2021 Sesi Pertama Hijau, Berikut Top Gainers dan Top Losers Lengkapnya!

Rekomendasi Saham 1 Maret 2021

Analis Nafan Aji dari Binaartha Sekuritas memprediksi pergerakan IHSG hari ini berdasarkan indicator MACD, stochastic dan RSI menunjukan sinyal positif. Sedangkan, di sisi lain, terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga kedepannya berpeluang menuju ke resistance terdekat.

Adapun menurut Nafan, pergerakan IHSG dilihat dari rasio Fibonacci ada support maupun resistance di level 6.179,13 sampai 6.351,18. Beberapa rekomendasi saham yang diberikan oleh sang analis adalah sebagai berikut ini:

1. Adaro Energy (ADRO)

Masih bertahan di garis bawah dari Bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Sementara untuk rekomendasi Saham ADRO ada akumulasi pada area Level Rp 1.170 – Rp 1.180.

2. Agung Podomoro (APLN)

Hammper candle terlihat sehingga indikasi stimulus beli pada pergerakan saham APLN cukup tinggi.

3. Bank Central Asia (BBCA)

Terlihat pula pola bullish doji star candle pada saham satu ini dengan adanya potensi stimulus beli. Rekoemndasi saham BBCA adalah akumulasi di area Rp 33.200 – Rp 33.600.

4. Bank BNI (BBNI)

Sementara untuk BBNI masih bertahan di atas garis bawah Bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

5. Bank Mandiri (BMRI)

Terdapat pola doji star candle yang mengindikasikan potensi stimulus beli juga pada pergerakan harga saham BMRI.

6. Wijaya Karya (WIKA)

Pola spinning top candle yang mengindikasinya adanya potensi stimulus beli pada pergerakan saham WIKA.

7. Bumi Serpong Damai (BSDE)

Bertahan di bawah garis Bollinger dan terlihat pula pola bullish doji star candle memberikan indikasi adanya potensi stimulus beli.

Rupiah Masih Tertatih

Dilansir dari data Bloomberg, (Senin, 01/03/21), pada pukul 09.04 WIB nilai tukar rupiah masih berada di level Rp 14.260 per dollar AS atau melemah sekitar 0,18 persen sekitar 25 poin dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp 14.235 per dollar AS.

Menurut keterangan dari Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, pergerakan rupiah hari sedang dibayangi oleh treasury AS yang menjadi titik fokus pasar secara global. Hal ini terjadi karena investor secara agresif mengubah harga pengetatan moneter sebelumnya daripada yang diisyaratkan oleh Federal Reserve dan rekan – rekannya.

Disclaimer: Informasi ini bukan mengajak untuk membeli ataupun menjual saham. Berbagai informasi yang ada di dalam artikel ini berfungsi sebagai informasi belaka dan semua analisa dilakukan oleh orang – orang yang kompeten dibidangnya. Rentetan.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian ataupun keuntungan yang didapatkan saat melakukan jual beli saham.

Baca Juga: Cara Membeli Bitcoin, Tutorial Langkah Mudah Untuk Pemula!

Comment

News Feed