by

Investasi Reksa Dana Untuk Pemula, Beberapa Istilah Yang Harus Dipahami

Rentetan.com – Saat ini trend investasi semakin populer terutama di kala situasi pandemi. Ada berbagai jenis investasi, seperti emas dan saham. Lainnya ada juga investasi reksa dana. Nah, kali ini buat kamu yang tertarik untuk memulai investasi reksa dana namun masih ragu-ragu, bisa pahami dahulu berbagail hal yang harus kamu tahu mengenai jenis investasi ini sebagai berikut.

investasi reksa dana tata cara
(foto: pixabay/mohamed Hassan )

Jenis investasi reksa dana biar lebih mudah bisa diibaratkan seperti produk deposito pada bank. Reksa dana dapat dipahami sebagai wadah untuk menghimpun dana dari investor. Kemudian dana ini dihimpun melalui manajer investasi. Selanjutnya manajer investasi bertugas untuk menginvestasikan data yang terkumpul ini ke dalam sejumlah instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Baca juga: Profil 5 Direksi Lembaga Pengelola Investasi Yang Baru Diumumkan Jokowi Hari Ini!

Jenis produk investasi satu ini cocok bagi kamu yang memiliki keterbatasan waktu, informasi, serta pengatahuan mengenai invetasi. Karena ada manajer invetasi yang akan mengelolanya. Selain itu resiko investasi yang bisa terjadi juga menjadi berkurang, karen tadi, adanya penyaluran investasi ke dalam beberapa instrumen investasi.

Untuk memperlajari investasi reksa dana lebih lanjut, kamu harus tahu kalo reksa dana ini terbagi ke dalam beberapa jenis, seperti:

Reksa dana pasar uang (money marker fund)

Investasi reksa dana jenis ini adalah jenis reksa dana yang melakukan investasi dalam bentuk instrumen  yang jatuh temponya kurang dari satu tahun. Bentuk-bentuk dari instrumen investasi ini terdiri dari time deposite (deposit berjangka), certificate of deposit (sertifikat deposito), Serifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), juga berbagai jenis investasi pasar uang lainnya.

Reksa dana pendapatan tetap (Fixed Income Fund)

Jenis reksa dana ini aktivanya berbentu efek utang atau obligasi. Investasi reksa dana ini menginvestasikan jenis reksa yang sekurang-kurangnya  80 persen dari aktivanya tersebut. Supaya bisa mengembalikan tingkat pengembalian yang stabil. Maka dari itu, dari segi risiko relative, reksadana pendapatan tetap ini lebh besar ketimbang reksa dana pasar uang.

Baca juga: 9 Buku Investasi Saham Untuk Pemula Terbaik di Tahun 2021

Comment

News Feed